
Bangkok, Minggu 20 Juli 2025-VNNMedia- Thailand telah resmi meluncurkan upaya besar-besaran di seluruh negeri untuk memberantas masalah narkoba yang kian meresahkan. Operasi ambisius ini diberi nama “Tidak Ada Narkoba, Tidak Ada Pengedar” dan melibatkan partisipasi penuh dari gubernur Bangkok serta seluruh 76 provinsi di Thailand, bersama dengan dukungan penuh dari Kepolisian Kerajaan Thailand.
Langkah ini diambil sebagai respons atas meningkatnya masalah kesehatan dan sosial yang diakibatkan oleh narkoba, khususnya di kalangan generasi muda negara tersebut. Penjabat Perdana Menteri Phumtham Wechayachai menegaskan, “Narkoba merupakan ancaman yang telah lama menggerogoti bangsa kita. Oleh karena itu, masalah narkoba merupakan masalah nasional yang ingin diberantas di Thailand oleh pemerintah.”
Rencana operasi ini dirancang secara komprehensif, dengan beberapa pilar utama yaitu merusak rantai pasokan, penyitaan aset, identifikasi dan perawatan pengguna dan kerja sama lintas batas
Pemerintah Thailand meyakini bahwa sebagian besar produksi narkoba terjadi di wilayah yang dikenal sebagai “Segitiga Emas”, sebuah area yang membentang di perbatasan Thailand, Laos, dan Myanmar. Wilayah ini telah lama dikenal sebagai pusat produksi narkoba di Asia Tenggara
Fakta ini diperkuat dengan data dari Kantor PBB untuk Narkoba dan Kejahatan (UNODC) yang menyatakan bahwa 130 ton metamfetamin disita di Thailand tahun lalu. Angka ini merupakan yang pertama kalinya melampaui 100 ton, menunjukkan skala masalah yang terus memburuk
Selain itu, masalah diperparah dengan kemudahan pembelian dan penjualan narkoba secara daring, terutama dalam bentuk tablet yang dikenal luas sebagai “Yaba”. Kemudahan akses ini membuat peredaran narkoba semakin sulit dikendalikan
Dengan digulirkannya operasi nasional ini, Thailand berharap dapat secara signifikan mengurangi dan pada akhirnya memberantas ancaman narkoba yang telah lama menjadi momok bagi masyarakat dan masa depan negara, dilansir dari NHK
Baca Berita Menarik Lainnya Di Google News