Tarif Trump untuk Baja & Aluminium jadi 50%, Banjir Kecaman Internasional

Pennsylvania 1 Juni 2025-VNNMedia- Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump pada hari Jumat (30/5) mengumumkan rencananya untuk menaikkan tarif impor baja yang semula 25 persen menjadi 50 persen

“Kami akan mengenakan kenaikan sebesar 25 persen. Kami akan menaikkannya dari 25 persen menjadi 50 persen, tarif bea masuk baja ke Amerika Serikat, yang akan semakin mengamankan industri baja di Amerika Serikat,” tegasnya dalam rapat umum politik

Tak lama kemudian Trump mengunggah tulisan di Truth Social bahwa selain baja, tarif aluminium juga naik menjadi 50 persen, dan akan berlaku pada Rabu pekan depan, pengumamn yang direspon positif di dalam negeri dimana saham pabrik baja Cleveland-Cliffs inc. merangsek naik 26 persen saat perdagangan ditutup. Hal ini karena para investor berasumsi jika tarif baru itu akan mendongkrak keuntungan

Sementara itu, tarif baru baja dan aluminium memicu kecaman dunia internasional. Kamar Dagang Kanada menyebut tarif itu sebagai ‘bertentangan dengan keamanan ekonomi Amerika Utara’

“Memutus rantai pasokan lintas batas yang efisien, kompetitif dan andal seperti yang kita miliki dalam baja dan aluminium memerlukan biaya besar bagi kedua negara,” jelas Candace Laing presiden Kamar dagang itu dalam sebuah pernyataan

Pernyataan Laing, diaminkan oleh serikat pekerja United Steelworkers Kanada yang mengatakan bahwa tarif tersebut merupakan serangan langsung terhadap industri dan pekerja Kanada

Sementara itu, Komisi Eropa mengatakan pada Sabtu (31/5), bahwa Eropa siap melakukan pembalasan. “Keputusan ini menambah ketidakpastian pada ekonomi global dan meningkatkan biaya bagi konsumen dan bisnis di kedua sisi Atlantik.”

“Uni Eropa siap mengenakan tindakan balasan, termasuk sebagai respon terhadap kenaiakn tarif baru AS,” pungkas jubir komisi Eropa

Pemerintah Australia mengutuk kenaikan tarif tersebut. Menteri Perdagangan Don Farrell menyebut langkah Trump tidak dapat dibenarkan dan bukanlah tindakan seorang teman

Sebagai informasi, AS merupakan importir baja terbesar di dunia. Data dari Departemen Perdagangan negara tersebut menunjukkan pada tahun 2024 impor baja AS mencapai 26,2 juta ton

Dengan tarif baru tersebut, maka akan sangat pasti berpengaruh pada harga baja secara keseluruhan yang tentunya berdampak pada industri dan konsumen, seperti dilansir dari Channel News Asia

Baca Berita Menarik Lainnya Di Google News