
Stockholm, Selasa 09 September 2025-VNNMedia- Organisasi hak musik Swedia, STIM, telah memperkenalkan lisensi baru yang memungkinkan perusahaan kecerdasan buatan (AI) untuk secara legal menggunakan lagu-lagu berhak cipta untuk melatih model mereka. Inisiatif ini juga memastikan bahwa para pencipta lagu dan komposer akan tetap menerima bayaran yang adil
Langkah ini diumumkan sebagai respons terhadap maraknya penggunaan AI generatif di berbagai industri kreatif. Banyak seniman, penulis, dan pemegang hak cipta telah mengajukan gugatan hukum, menuduh perusahaan AI menggunakan materi berhak cipta tanpa izin atau kompensasi
Lisensi yang dikembangkan oleh STIM, yang mewakili lebih dari 100 ribu penulis lagu dan komposer, memungkinkan sistem AI untuk berlatih pada karya-karya berhak cipta sambil tetap membayar royalti kepada penciptanya. Menurut Konfederasi Internasional Masyarakat Pengarang dan Komposer (CISAC), jika tidak diatur, AI berpotensi mengurangi pendapatan kreator musik hingga 24 persen pada tahun 2028
“Kami menunjukkan bahwa merangkul disrupsi tanpa mengorbankan kreativitas manusia adalah hal yang mungkin,” kata Lina Heyman, Pelaksana Tugas CEO STIM. “Ini bukan sekadar inisiatif komersial, melainkan cetak biru untuk kompensasi yang adil dan kepastian hukum bagi perusahaan AI.”
Swedia, yang sebelumnya telah menetapkan standar industri untuk platform seperti Spotify dan TikTok, juga menyertakan teknologi wajib dalam lisensi baru ini untuk melacak keluaran yang dihasilkan AI. Hal ini bertujuan untuk memastikan transparansi dan pembayaran yang layak bagi para kreator
Perusahaan rintisan asal Stockholm, Songfox, menjadi perusahaan pertama yang beroperasi di bawah lisensi ini, yang memungkinkan penggunanya menciptakan lagu dan cover lagu buatan AI secara legal
sumber: Channel News Asia
Baca Berita Menarik Lainnya Di Google News