
Seoul, Senin 16 Maret 2026-VNNMedia- Sebuah laporan terbaru yang dirilis oleh Institut Kesehatan dan Urusan Sosial Korea pada hari Senin mengungkapkan fenomena mengkhawatirkan terkait standar kecantikan di Korea Selatan
Preferensi sosial yang kuat terhadap tipe tubuh langsing telah mendorong banyak orang yang secara medis tidak menderita obesitas untuk mengonsumsi pil diet, di mana kelompok ini mencakup hampir 60% dari total pengguna obat penurun berat badan di negara tersebut
Studi yang melibatkan 257 responden berusia 19 hingga 64 tahun antara tahun 2022 dan 2025 ini menyoroti bagaimana tekanan sosial, perluasan media massa, dan sistem kesehatan yang berorientasi pasar telah mengomodifikasi penampilan fisik. Peneliti memperingatkan bahwa kondisi ini menciptakan realitas penyalahgunaan obat yang serius di masyarakat
Berdasarkan data penelitian, sebanyak 59,5 persen responden mengaku mengonsumsi pil diet tanpa diagnosis medis obesitas. Sementara itu, hanya 43,5% pengguna yang mengonsumsi obat tersebut atas rekomendasi medis terkait obesitas atau kondisi kesehatan lain seperti diabetes dan tekanan darah tinggi
Hal yang lebih mengkhawatirkan, beberapa responden mulai mengonsumsi zat yang dikendalikan ini hanya berdasarkan saran kenalan atau rasa ingin tahu
Dampak kesehatan dari penyalahgunaan obat penekan nafsu makan oral ini terbukti sangat signifikan. Sekitar 73,5 persen responden melaporkan mengalami efek samping, dengan insomnia sebagai keluhan paling umum (66,7%) diikuti oleh depresi klinis (25,4%)
Meskipun mengalami gangguan psikologis dan fisik yang serius, banyak pengguna tetap melanjutkan pemakaian obat tersebut. Hanya 23,3% yang menyatakan benar-benar berhenti setelah mengalami efek samping, yang mengindikasikan adanya sifat adiktif dan tekanan sosial yang luar biasa untuk tetap kurus
Laporan ini juga menemukan adanya pelanggaran terhadap pedoman medis yang seharusnya membatasi penggunaan obat hanya untuk jangka pendek bagi pasien dengan indeks massa tubuh di atas 27. Dalam praktiknya, 37% pengguna mengonsumsi pil tersebut hingga satu tahun, dan 17,7% menggunakannya selama lebih dari satu tahun
Menanggapi temuan ini, lembaga penelitian mendesak pemerintah untuk memperketat pengawasan terhadap peredaran obat diet. Selain itu, para dokter diminta untuk memberikan penjelasan menyeluruh mengenai potensi efek samping psikiatrik saat memberikan resep dan melakukan pemantauan ketat terhadap kondisi mental pasien selama masa pengobatan
sumber: The Korea Herald
Baca Berita Menarik Lainnya Di Google News