
JAKARTA, 15 MARET – VNNmedia – Pemerintah memastikan ketahanan pangan nasional berada dalam kondisi kuat. Andi Amran Sulaiman melaporkan cadangan beras nasional telah mencapai sekitar 4 juta ton dan diperkirakan meningkat hingga 5 juta ton dalam waktu dekat.
Laporan tersebut disampaikan Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman dalam Sidang Kabinet Paripurna yang dipimpin Presiden Prabowo Subianto di Istana Negara, Jakarta, Jumat (13/3/2026).
Menurut Amran, cadangan beras nasional saat ini merupakan yang tertinggi sepanjang sejarah. Dengan stok sekitar 4 juta ton, pemerintah menilai ketersediaan beras nasional sangat memadai untuk memenuhi kebutuhan masyarakat hingga akhir tahun.
“Hari ini mencapai 4 juta ton. Data dua hari lalu sudah 4 juta ton dan kemungkinan bulan depan bisa mencapai 5 juta ton. Ini tertinggi cadangan kita dan cukup untuk 324 hari,” ujar Amran.
Selain beras, pemerintah juga mencatat perkembangan positif pada sejumlah komoditas strategis lainnya. Salah satunya adalah peningkatan ekspor minyak sawit mentah atau crude palm oil (CPO) yang naik signifikan.
Amran mengungkapkan ekspor CPO Indonesia meningkat hingga 6 juta ton, sementara kebutuhan domestik untuk program biofuel berada di kisaran 5,3 juta ton. Kondisi ini dinilai semakin memperkuat kinerja ekspor sektor pertanian.
Kinerja sektor pertanian juga tercermin dari kontribusinya terhadap perekonomian nasional. Amran menyebut produk domestik bruto (PDB) sektor pertanian mencapai 5,74 persen, tertinggi dalam 25 tahun terakhir.
Selain itu, tingkat kesejahteraan petani yang tercermin dari Nilai Tukar Petani (NTP) juga mencatat rekor tertinggi dalam 33 tahun terakhir.
Menurut Amran, capaian tersebut tidak lepas dari kebijakan pemerintah yang mendorong peningkatan kesejahteraan petani, di antaranya kenaikan harga pembelian pemerintah (HPP) serta penurunan harga pupuk sekitar 20 persen.
Menanggapi laporan tersebut, Presiden Prabowo Subianto menilai kondisi ketahanan pangan nasional saat ini memiliki fondasi yang kuat.
Ia menegaskan bahwa pemerintah harus terus memantau seluruh komoditas pangan, terutama sumber protein bagi masyarakat. “Saya kira ini fondasi yang kuat. Apa pun yang terjadi, pangan kita aman. Tapi semua komoditas tetap harus kita cermati, terutama masalah protein,” ujar Presiden.
Prabowo menilai sektor perikanan menjadi salah satu sumber protein yang paling cepat dikembangkan, baik melalui perikanan darat, perikanan lepas pantai, maupun perikanan tangkap.
Baca Berita Menarik Lainnya di Google News