
KARANG PLOSO, 2 AGUSTUS 2024 – VNNMedia – PT Bank Pembangunan Daerah Jawa Timur Tbk (Bank Jatim) menyelenggarakan Soft Launching JConnect Remittance Hongkong. Kegiatan tersebut dihadiri Direktur Utama Bank Jatim Busrul Iman, Direktur Keuangan, Treasury & Global Services Bank Jatim Edi Masrianto, Bupati Malang Sanusi, dan ratusan PMI di Shanaya Resort & Hotel, Jumat (2/8/2024).
Selain itu juga diselenggarakan juga Gathering Pekerja Migran Indonesia (PMI) di Kabupaten Malang.
Busrul mengatakan, kegiatan gathering PMI ini melibatkan 10 cabang Bank Jatim. Yaitu Cabang Ponorogo, Blitar, Malang, Tulungagung, Banyuwangi, Madiun, Kediri, Trenggalek, Magetan, dan Lumajang.
Berdasarkan Laporan Publikasi Bulan April 2024 dari Pusat Data dan Informasi Badan Perlindungan Pekerja Migran Indonesia (BP2MI) disebutkan bahwa jumlah penempatan PMI secara YoY meningkat 30,17 persen. Dari 16.362 pada bulan April 2023 menjadi 29.803 pada bulan April 2024.
Provinsi Jawa Timur masih menjadi provinsi asal dengan jumlah penempatan pekerja migran tertinggi di Indonesia. Untuk negara tujuan penempatan PMI terbanyak di Hongkong, Malaysia, Taiwan, Korea Selatan serta Jepang. ”Jumlah penempatan total sebesar 27.384 atau 91,88 persen dari total seluruh penempatan negara- negara lainnya,” papar Busrul.
Beberapa kota/kabupaten Jawa Timur memiliki kantong Pekerja Migran. Kota/kabupaten tersebut yaitu Ponorogo, Blitar, Malang, Tulungagung, Banyuwangi, Madiun, Kediri, Trenggalek, dan Magetan.
Dengan latar belakang itulah BJTM telah melakukan pembukaan akses layanan JConnect Remittance koridor Hongkong pada tanggal 27 Mei 2024. Hal tersebut juga dalam rangka memperluas potensi bisnis International Banking khususnya untuk peningkatan volume transaksi Incoming Remittance.
“Demi memperluas potensi bisnis itu, tentu saja dibutuhkan peran aktif, pemahaman literasi keungan, dan awareness PMI bahwa saat ini Bank Jatim dapat melayani transaksi incoming remittance dari dua koridor negara yaitu Malaysia dan Hongkong. Kami berkomitmen akan terus mengembangkan perluasan kerja sama ke negara-negara lain,” tegasnya.
Menurut Busrul, kegiatan ini sebagai bentuk layanan dan komitmen Bank Jatim dalam memfasilitasi transaksi pengiriman uang dari negara tempat penempatan PMI ke Indonesia. Hal ini bisa berdampak terhadap peningkatan sumber pendapatan devisa di Provinsi Jawa Timur.
“Selain itu, tujuan lain acara ini adalah untuk menjalin dan menjaga sinergitas dengan beberapa pihak terkait, seperti Disnaker Provinsi Jawa Timur dan Kabupaten/Kota, BLK/LPK, maupun P2MI,” tuturnya.
Dengan adanya JConnect Remittance, Busrul berharap dapat menjadi salah satu alternatif dalam peningkatan CASA yang berasal dari tabungan para PMI. Sekaligus bisa meningkatkan corporate image perseroan bahwa BJTM peduli terhadap para pekerja migran. Apalagi sebagian besarnya berasal dari Jawa Timur.
Sementara itu, Bupati Malang Sanusi mengatakan, saat ini pekerja migran telah menjadi menjadi salah satu penopang tumbuhnya perekonomian nasional. PMI juga berkontribusi secara konkret bagi pendapatan negara dan produktivitas ekonomi melalui tingginya remitansi atau pendapatan yang dikirimkan ke dalam negeri.
Maka dari itu, remitansi tersebut tidak hanya mampu memberi manfaat finansial bagi kesejahteraan keluarga pekerja. Namun juga berperan sebagai katalisator dalam meningkatkan devisa negara.
“Selamat dan Sukses kepada Bank Jatim atas diluncurkannya layanan Jconnect Remittance Hongkong. Pengembangan layanan pengiriman uang ini memiliki fungsi untuk memudahkan para pekerja migran yang ada di Hongkong. Khususnya yang berasal dari Provinsi Jawa Timur, agar lebih cepat dan aman dalam melakukan transaksi pengiriman uang antar negara,” ujar Sanusi.
Pihaknya berharap layanan ini dapat digunakan dengan mudah tanpa hambatan untuk berbagai keperluan transaksi lainnya. “Semoga sinergi dan kolaborasi yang telah terjalin selama ini dapat terus berjalan dengan erat. Utamanya dalam rangka memberikan manfaat positif bagi seluruh masyarakat Jawa Timur,” tutup Sanusi.
Baca Berita Menarik Lainnya di Google News