
JAKARTA, 3 APRIL 2026 – VNNMedia – PT Semen Indonesia (Persero) Tbk (SIG) membukukan kinerja keuangan positif sepanjang 2025 meski industri bahan bangunan tengah mengalami perlambatan. Perusahaan tetap mampu menjaga profitabilitas melalui strategi transformasi bisnis yang dijalankan secara konsisten sejak pertengahan tahun.
Berdasarkan laporan keuangan konsolidasian audited 2025, SIG mencatatkan volume penjualan sebesar 37,93 juta ton dengan pendapatan mencapai Rp35,24 triliun.
Sementara itu, EBITDA tercatat Rp4,49 triliun, laba sebelum pajak sebesar Rp602 miliar, dan laba tahun berjalan yang dapat diatribusikan kepada pemilik entitas induk sebesar Rp191 miliar.
Corporate Secretary SIG, Vita Mahreyni, menjelaskan bahwa kinerja tersebut ditopang oleh transformasi bisnis yang difokuskan pada tiga pilar utama, yakni penguatan pengelolaan pasar mikro, efisiensi biaya, serta optimalisasi produk turunan semen dan portofolio.
“Sejak Juli 2025, transformasi bisnis yang kami jalankan membuat SIG semakin adaptif dan kompetitif dalam menghadapi dinamika industri. Hal ini tercermin dari perbaikan penjualan domestik pada kuartal III dan IV yang berkontribusi terhadap kinerja sepanjang tahun,” ujarnya.
Di tengah tekanan pasar domestik, SIG juga menggenjot ekspansi ke pasar regional. Sepanjang 2025, penjualan regional tercatat 7,95 juta ton atau tumbuh 14,3 persen secara tahunan (year on year/yoy), dibandingkan 6,96 juta ton pada periode sebelumnya.
Dari sisi efisiensi, perusahaan berhasil menekan beban pokok pendapatan sebesar 0,3 persen serta beban usaha (di luar beban operasi lainnya) turun 1,1 persen yoy. Selain itu, biaya keuangan bersih juga turun signifikan hingga 32,7 persen yoy berkat pengelolaan keuangan yang lebih optimal.
Untuk menjaga momentum pertumbuhan, SIG menyiapkan sejumlah langkah strategis, salah satunya pengembangan fasilitas produksi dan dermaga ekspor di Tuban, Jawa Timur. Proyek ini merupakan bagian dari kerja sama strategis dengan Taiheiyo Cement Corporation.
Perusahaan menargetkan ekspor semen dari fasilitas tersebut dapat dimulai pada pertengahan 2026 dengan kapasitas antara 500 ribu hingga 1 juta ton per tahun. Selain ekspor, kolaborasi ini juga mencakup pengembangan bisnis soil stabilization guna membuka peluang pasar baru di sektor konstruksi.
Tak hanya mencatatkan kinerja finansial yang solid, SIG juga memperkuat komitmen terhadap aspek keberlanjutan. Sepanjang 2025, perusahaan berhasil menurunkan intensitas emisi gas rumah kaca (GRK) cakupan 1 menjadi 561 kg CO2 per ton cement equivalent, atau turun 21 persen dibandingkan baseline 2010.
Sementara itu, emisi GRK cakupan 2 turun menjadi 57 kg CO2 per ton cement equivalent, atau berkurang 15 persen dibandingkan baseline 2019.
Capaian ini didorong oleh peningkatan penggunaan bahan bakar alternatif seperti biomassa, refuse-derived fuel (RDF), dan limbah industri. Selain itu, SIG juga mengembangkan energi terbarukan melalui pemanfaatan panel surya dan teknologi Waste Heat Recovery Power Generation (WHRPG).
Sepanjang 2025, penggunaan bahan bakar alternatif mencapai 681.567 ton, meningkat dari 550.085 ton pada 2024. Adapun tingkat substitusi energi panas (thermal substitution rate) naik menjadi 9,77 persen dari sebelumnya 7,56 persen.
“SIG meyakini bahwa kinerja keberlanjutan dan bisnis dapat berjalan seiring dan saling memperkuat. Komitmen ini menjadi keunggulan kompetitif yang membuat perusahaan tetap tangguh di tengah tantangan industri dan dinamika global,” kata Vita.
Baca Berita Menarik Lainnya di Google News