
SURABAYA, 6 APRIL 2026 – VNNMedia – Direktur Utama Perum Bulog, Ahmad Rizal Ramdhani, melakukan inspeksi mendadak (sidak) harga dan ketersediaan bahan pokok penting (bapokting) di Pasar Wonokromo, Sabtu (4/4/2026).
Langkah ini dilakukan untuk memastikan stabilitas harga pangan tetap terjaga di tengah dinamika ekonomi dan geopolitik global.
Menurut Ahmad Rizal, kegiatan monitoring ini merupakan tindak lanjut arahan Prabowo Subianto agar tidak terjadi lonjakan harga pangan di masyarakat. “Kami ingin memastikan langsung di lapangan bahwa kondisi harga tetap stabil,” ujarnya.
Dari hasil pemantauan, sejumlah komoditas utama terpantau stabil, bahkan beberapa mengalami penurunan harga. Beras program SPHP masih berada dalam kisaran harga terkendali. Minyak goreng merek Minyak Kita dijual sekitar Rp15.700 per liter, sementara harga telur ayam turun menjadi Rp29.000 per kilogram.
Harga ayam ras juga mengalami penurunan dari kisaran Rp34.000 menjadi sekitar Rp31.000 per kilogram. Meski demikian, kenaikan harga tercatat pada komoditas daging sapi.
Menanggapi hal tersebut, Bulog akan melakukan penelusuran lebih lanjut hingga ke Rumah Potong Hewan (RPH) guna mengidentifikasi penyebab kenaikan. “Kami akan cek langsung ke RPH untuk mengetahui kendala yang terjadi, sehingga bisa segera diantisipasi,” jelasnya.
Stok Beras Nasional Tertinggi Sepanjang Sejarah
Ahmad Rizal menegaskan bahwa stok pangan nasional dalam kondisi aman. Bahkan, stok beras Bulog saat ini mencapai 4,4 juta ton—menjadi yang tertinggi sepanjang sejarah Indonesia.
“Ini capaian yang membanggakan. Tahun lalu stok tertinggi berada di angka 4,2 juta ton, sekarang sudah melampaui dan diperkirakan bisa mencapai 5 juta ton pada akhir April atau awal Mei,” ungkapnya.
Selain menjaga stabilitas harga, Bulog juga tengah menyalurkan bantuan pangan kepada sekitar 3,3 juta penerima manfaat berupa beras 10 kilogram dan minyak goreng 2 liter per keluarga.
Terkait distribusi Minyak Kita, Ahmad Rizal mengakui adanya keterbatasan pasokan akibat pembagian kuota Domestic Market Obligation (DMO) ke seluruh provinsi. Untuk itu, Bulog telah mengajukan penambahan alokasi guna memperkuat distribusi di daerah.
Dalam sidak tersebut, tim juga melakukan uji sampel bahan pangan untuk memastikan keamanan konsumsi. Hasil sementara menunjukkan komoditas seperti tomat, cabai rawit, sawi, dan wortel negatif dari kandungan pestisida berbahaya maupun formalin. Sementara itu, pengujian terhadap daging dan ayam masih berlangsung.
“Selain harga, kami juga memastikan kualitas pangan aman dikonsumsi. Sejauh ini hasil uji menunjukkan tidak ada kandungan zat berbahaya,” tegasnya.
Baca Berita Menarik Lainnya di Google News