
SURABAYA, 21 Februari 2026 – VNNMedia – Genap satu tahun dilantik oleh Presiden RI Prabowo Subianto pada 20 Februari 2025, kepemimpinan Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa dan Wakil Gubernur Emil Elestianto Dardak memasuki fase konsolidasi pembangunan.
Fokus diarahkan pada penguatan kualitas sumber daya manusia (SDM), pemerataan infrastruktur, serta penguatan sinergi antara pemerintah pusat dan daerah.
Sepanjang tahun pertama periode 2025–2030, Pemprov Jawa Timur menghadapi dinamika kebijakan nasional dan tekanan global yang kian kompleks. Namun demikian, Khofifah menegaskan orientasi kepemimpinannya tetap pada kerja nyata dan hasil yang langsung dirasakan masyarakat, bukan sekadar penanda waktu masa jabatan.
“Fokus kami adalah menghadirkan manfaat konkret bagi masyarakat Jawa Timur,” ujar Khofifah.
Memasuki tahun kedua, prioritas pembangunan diarahkan pada peningkatan kualitas pendidikan dan layanan kesehatan, percepatan pembangunan infrastruktur yang merata, serta penurunan kemiskinan yang sejalan dengan pertumbuhan ekonomi inklusif.
Menurut Khofifah, seluruh agenda tersebut harus berjalan beriringan agar daya saing daerah terus menguat. Ia juga menekankan pentingnya menjaga laju pertumbuhan ekonomi di tengah ketidakpastian global dengan memperkuat basis ekonomi daerah.
Sinergi menjadi kata kunci dalam satu tahun kepemimpinan Khofifah–Emil. Kolaborasi dengan pemerintah pusat, kabupaten/kota, dunia usaha, akademisi, hingga komunitas masyarakat dinilai sebagai fondasi utama pencapaian program.
Wakil Gubernur Emil Elestianto Dardak menilai kepemimpinan Khofifah mampu memainkan peran strategis sebagai penghubung antara agenda nasional dan kebutuhan daerah.
Ia menyebut, berbagai program prioritas nasional, termasuk Asta Cita, dijalankan seiring dengan keberlanjutan program-program unggulan Pemprov Jawa Timur. “Ibu Gubernur menjalankan peran dobel gardan: menyukseskan program pusat sekaligus memastikan program daerah tetap berjalan optimal,” ujarnya.
Emil juga menyinggung sejumlah terobosan yang telah dilakukan, antara lain penyelesaian distribusi ijazah yang sempat tertahan hingga nol kasus di sejumlah cabang dinas pendidikan, serta perluasan koridor layanan Bus Trans Jatim ke berbagai wilayah sebagai bagian dari penguatan transportasi publik. Ia optimistis Jawa Timur akan terus melaju dengan kepemimpinan yang adaptif dan progresif.
Bertepatan dengan momentum memasuki Bulan Suci Ramadan, Khofifah turut menyampaikan doa agar seluruh ikhtiar pembangunan membawa keberkahan dan keselamatan bagi Jawa Timur. Ia berharap kerja keras yang dilakukan bersama seluruh elemen masyarakat bernilai ibadah dan mendapat ridho Allah SWT.
Sebagai penutup rangkaian peringatan satu tahun kepemimpinan, Gubernur Khofifah dan Wakil Gubernur Emil menggelar kegiatan sosial di Gedung Negara Grahadi, Surabaya.
Dalam kesempatan tersebut, diserahkan bantuan perlengkapan sekolah kepada 60 anak yatim serta paket sembako kepada 40 pengemudi ojek online, termasuk pengemudi perempuan dan penyandang disabilitas.
Sejumlah penerima bantuan menyampaikan apresiasi atas perhatian Pemprov Jawa Timur dan berharap program-program inklusif terus diperluas di tahun-tahun mendatang.
Baca Berita Menarik Lainnya di Google News