Senator AS Kritik AI Meta Soal Interaksi Romantis dengan Anak

Senator Josh Hawley

Washington DC, Selasa 19 Agustus 2025-VNNMedia- Kecerdasan buatan (AI) generatif milik Meta menjadi sorotan parlemen Amerika Serikat (AS). Senator dari partai Republik, Josh Hawley, mengumumkan bahwa penyelidikan atas AI Meta yang diduga berpotensi mengeksploitasi, menipu, atau membahayakan anak-anak, akan segera diluncurkan

Adapun penyelidikan, kata Hawley, akan berfokus pada potensi bahaya teknologi Meta terhadap anak-anak serta dugaan menyesatkan publik dan regulator terkait sistem pengamanan. Josh Hawley sendiri merupakan Ketua Subkomite Kejahatan dan Kontraterorisme Senat AS

Mengutip TechCrunch, penyelidikan muncul usai bocornya dokumen internal yang mengungkap bahwa Meta mengizinkan AI-nya melakukan obrolan romantis dan sensual dengan anak di bawah umur, termasuk dugaan menyesatkan publik dan regulator terkait sistem pengamanan. Perwakilan Meta menegaskan bahwa kebijakan tersebut tidak sesuai dengan aturan perusahaan dan kini telah dihapus

Pernyataan Meta, tidak dapat diterima oleh Hawkey. Dalam suratnya kepada CEO Mark Zuckerberg, ia menyebut Meta hanya menarik kembali aturan tersebut setelah dokumen internal perusahaan bocor ke publik

“Kami bermaksud mengetahui siapa yang menyetujui kebijakan ini, berapa lama kebijakan tersebut berlaku, dan apa langkah yang dilakukan Meta untuk mencegah hal serupa terjadi,” tegas Hawley

Surat tersebut juga berisi permintaan agar Meta menyerahkan sejumlah dokumen termasuk draft, revisi dan versi final, daftar produk yang mematuhi standar tersebut, laporan keselamatan dan insiden, serta pihak-pihak yang bertanggung jawab atas perubahan kebijakan. Perusahaan hanya mempunyai waktu hingga 19 September 2025 untuk menyampaikan tanggapan atas surat tersebut

Sementara itu Senator partai Republik lainnya, Marsha Blackburn, menyerukan disahkannya “Kids Online Safety Act” (KOSA), yaitu sebuah rancangan undang-undang (RUU) di AS yang bertujuan untuk melindungi anak-anak dan remaja di bawah umur dari potensi bahaya di platform daring, khususnya media sosial

sumber: Antara

Baca Berita Menarik Lainnya di Google News