Rumah Bos OpenAI Diserang Bom Molotov, Pelaku Tertangkap!

CEO OpenAI Sam Altman

San Francisco, Sabtu 11 April 2026-VNNMedia- Insiden keamanan serius menimpa kediaman CEO OpenAI, Sam Altman, di San Francisco pada Jumat dini hari waktu setempat

Seorang pria berusia 20 tahun ditangkap setelah diduga melemparkan bom molotov ke rumah tersebut. Pihak kepolisian San Francisco (SFPD) dan OpenAI mengonfirmasi bahwa tidak ada korban luka dalam kejadian ini

Menurut keterangan kepolisian, aksi tersebut terjadi sekitar pukul 4 pagi waktu setempat. Pelaku melemparkan alat peledak yang merusak ke arah rumah Altman, yang sempat memicu kebakaran di area gerbang luar. Meski tersangka sempat melarikan diri dengan berjalan kaki, deskripsi fisiknya segera disebarkan kepada petugas lapangan

Hanya berselang satu jam, sekitar pukul 5 pagi, petugas menanggapi laporan adanya pria yang mengancam akan membakar gedung markas besar OpenAI. Polisi yang tiba di lokasi segera mengenali pria tersebut sebagai tersangka yang sama dengan insiden di rumah Altman. Pelaku kini telah ditahan dan tengah menjalani proses hukum

Kantor Kejaksaan Distrik San Francisco saat ini masih mempertimbangkan apakah kasus ini akan diproses di tingkat lokal atau federal. Hingga saat ini, motif pelaku masih dalam penyelidikan mendalam. Sumber kepolisian menyatakan pihaknya tengah menelusuri apakah aksi ini berkaitan dengan masalah kesehatan mental, ketidakpuasan karyawan, atau merupakan bentuk terorisme domestik

Melalui unggahan di blog pribadinya, Sam Altman menanggapi kejadian tersebut dengan membagikan foto keluarganya. Ia berharap hal itu dapat mencegah aksi serupa di masa depan, terlepas dari perbedaan pendapat publik mengenai dirinya atau industri kecerdasan buatan (AI). Altman menekankan pentingnya meredakan retorika dan taktik kekerasan di tengah perdebatan mengenai teknologi AI

OpenAI menyampaikan apresiasi atas respons cepat kepolisian dalam menjaga keselamatan karyawan dan aset perusahaan. Investigasi kasus ini kini dipimpin oleh Unit Investigasi Khusus dan Unit Pembakaran SFPD, dengan dukungan koordinasi dari pihak FBI. Pihak perusahaan memastikan bahwa situasi saat ini telah terkendali dan tidak ada ancaman langsung terhadap kantor-kantor mereka

sumber: abc news

Baca Berita Menarik Lainnya Di Google News