RSV Bisa Akibatkan Komplikasi Serius, National Hospital Ingatkan Pentingnya Vaksinasi

SURABAYA, 15 FEBRUARI 2025 – VNNMedia – Penyakit yang disebabkan oleh Respiratory Syncytial Virus (RSV) kini semakin sering ditemui di masyarakat. Penyakit ini kerap sulit didiagnosis karena membutuhkan pemeriksaan yang mahal.

Namun, sebetulnya bisa dilakukan pencegahan dengan vaksinasi. Bahkan Vaksinasi menjadi langkah terbaik untuk mengurangi risiko komplikasi serius, terutama pada lansia.

“RSV dapat menyebabkan gejala klinis yang cukup berat, terutama pada individu berusia di atas 60 tahun, baik yang memiliki komorbid maupun tidak. Di beberapa negara, tingkat kematian akibat RSV cukup tinggi. Oleh karena itu, pencegahan lebih baik daripada pengobatan,” ungkap Spesialis Paru dari National Hospital Surabaya dr. Bambang Susilo Simon SpP, FCCP, FAPSR, FISR, Sabtu (15/2/2025).

dr. Bambang menuturkan, RSV sering kali sulit dibedakan dari influenza karena memiliki gejala yang serupa, seperti batuk, pilek, demam, dan sakit tenggorokan. Gejala ini disebut sebagai influenza-like illness (ILI).

Namun, RSV cenderung lebih berbahaya pada lansia yang daya tahan tubuhnya menurun. Terutama bagi mereka dengan komorbid seperti diabetes, asma, atau riwayat merokok.

“Pada lansia dengan kondisi tersebut, infeksi RSV dapat berkembang menjadi pneumonia yang berat. Berbeda dengan influenza biasa yang biasanya dapat sembuh sendiri, RSV membutuhkan perhatian khusus,” tambahnya.

National Hospital Surabaya menjadi salah satu fasilitas kesehatan pertama yang memperkenalkan vaksin RSV kepada masyarakat. “Vaksin RSV hanya memerlukan satu kali pemberian tanpa perlu pengulangan. Ini menjadi peluang besar untuk mencegah komplikasi serius akibat RSV,” jelas dr. Bambang.

Selain vaksinasi, dr. Bambang menyarankan masyarakat untuk tetap menerapkan protokol kesehatan seperti mengenakan masker, mencuci tangan, menjaga jarak, dan menghindari kerumunan. Kebiasaan ini terbukti efektif selama pandemi COVID-19 dan dapat diterapkan untuk mencegah penyebaran RSV.

Menurut dr. Bambang, kunjungan pasien dengan gejala ILI dan pneumonia ke poliklinik meningkat dalam beberapa waktu terakhir. Hal ini menunjukkan perlunya perhatian lebih terhadap langkah pencegahan.

“Olahraga teratur, makan makanan bergizi, dan menjaga kesehatan mental juga menjadi bagian penting dari pencegahan. Jangan lupa untuk selalu menjaga daya tahan tubuh agar risiko terinfeksi dapat diminimalisasi,” imbaunya.

National Hospital Surabaya akan menggelar peluncuran vaksin RSV secara nasional pada 22 Februari mendatang. Dengan adanya vaksin ini, diharapkan angka kesakitan dan komplikasi akibat RSV, terutama pada lansia, dapat ditekan secara signifikan.

Baca Berita Menarik Lainnya di Google News