
BOJONEGORO, 28 Februari 2026 – VNNMedia – Pemerintah Kabupaten Bojonegoro melalui Dinas PU SDA bersama lintas sektor telah menuntaskan 100 persen penanganan darurat longsor di bantaran Sungai Loro, Desa Sambiroto, Kecamatan Kapas, dalam enam hari, sejak 13 hingga 18 Februari 2026.
Fokus kegiatan ini memulihkan fungsi sungai dan mengamankan akses warga. Untuk mempercepat evakuasi material dan penataan tebing, satu unit excavator long arm dikerahkan ke lokasi.
Selama masa tanggap darurat, tim di lapangan melakukan pembersihan sisa longsoran, normalisasi saluran, penguatan tebing darurat, pemasangan sesek bambu, serta pemulihan akses masyarakat.
Keberhasilan ini, menurut Kepala Dinas PU SDA Bojonegoro, Helmy Elisabeth, merupakan hasil sinergi berbagai pihak.
“Kami bergerak cepat segera setelah laporan masuk karena lokasi ini memiliki urgensi tinggi bagi masyarakat sekitar. Penanganan ini dilakukan secara kolaboratif bersama BBWS Bengawan Solo melalui Pejabat Pembuat Komitmen Operasi dan Pemeliharaan IV (PPK OP IV), Pemerintah Desa Sambiroto, unsur kebencanaan, serta dibantu gotong royong warga,” ujar Helmy Elisabeth seperti dalam siaran tertulisnya Pemkab Bojonegoro, Kamis (26/2/2026).
Ia menjelaskan bahwa langkah yang dilakukan ini bersifat penanganan dini guna menekan potensi kerusakan lebih luas. “Fokus utama kami adalah safety dan fungsionalitas. Dengan selesainya tahap tanggap darurat ini, aliran air kembali normal dan tebing sudah kita kunci sementara dengan cerucuk bambu. Kami tetap menghimbau masyarakat untuk waspada dan proaktif melaporkan jika terjadi pergerakan tanah susulan, terutama saat intensitas hujan tinggi,”ujarnya.
Pemerintah Kabupaten Bojonegoro berkomitmen terus memantau titik-titik rawan longsor di sepanjang aliran sungai guna memastikan keamanan infrastruktur serta keselamatan warga yang bermukim di bantaran sungai.
Telusuri berita lain di Google News VNNMedia