PT Terminal Teluk Lamong Catat Lonjakan Arus Petikemas

SURABAYA, 27 Agustus 2025 — VNNMedia – PT Terminal Teluk Lamong (TTL), anak usaha PT Pelindo Terminal Petikemas (SPTP), terus mencatatkan kinerja positif sepanjang 2025.

Hingga Juli 2025, arus petikemas di Terminal Petikemas (TPK) Lamong mencapai 521.451 TEUs Naik 4% dibandingkan periode yang sama tahun lalu sebesar 501.578 TEUs.

Kenaikan ini didorong oleh bertambahnya kapal adhoc petikemas internasional dari dan ke China, serta hadirnya layanan bulanan (monthly service) baru untuk pelayaran petikemas internasional. Kondisi ini memperkuat posisi TTL sebagai salah satu pintu utama perdagangan internasional Jawa Timur dan meningkatkan kepercayaan pengguna jasa terhadap kualitas layanan terminal.

Selama periode Januari–Juli 2025, TPK Lamong mencatat pertumbuhan signifikan pada layanan petikemas internasional sebesar 10%, dari 170.396 TEUs pada 2024 menjadi 187.515 TEUs. Untuk petikemas domestik, tercatat kenaikan 0,8%, dari 331.182 TEUs menjadi 333.937 TEUs.

Selain TPK Lamong, TPK Nilam juga membukukan kinerja positif dengan lonjakan arus petikemas 10% YoY, dari 244.061 TEUs pada Juli 2024 menjadi 268.852 TEUs pada Juli 2025.

Sementara itu, TPK Berlian, yang resmi dikelola TTL sejak 1 Juli 2025, mencatat kenaikan arus petikemas 7% pada Juli 2025, dari 110.322 TEUs menjadi 117.966 TEUs.

Kinerja impresif ini sejalan dengan data Badan Pusat Statistik (BPS) Jawa Timur, yang mencatat pertumbuhan ekonomi provinsi pada Triwulan II 2025 sebesar 5,23% YoY, mencerminkan meningkatnya aktivitas perdagangan dan logistik di wilayah ini.

TTL tidak hanya fokus pada peningkatan volume, tetapi juga pada kualitas layanan operasional. Sebagai penyedia layanan terminal petikemas internasional, TTL memastikan keamanan dan kelancaran operasional melalui penerapan standar ISPS Code (International Ship and Port Facility Security).

Langkah-langkah keamanan yang diterapkan meliputi pengecatan marka jalan, pemasangan rambu keselamatan, evaluasi peralatan tanggap darurat, dan sterilisasi area terminal. Setiap individu, baik karyawan maupun mitra kerja, wajib menjalani proses screening ketat saat memasuki area terbatas.

Corporate Secretary PT Terminal Teluk Lamong Syaiful Anam menegaskan bahwa TTL berkomitmen menjaga kualitas layanan dan keselamatan kerja.

“Jaminan keselamatan dan keamanan layanan operasional menjadi daya tarik utama bagi pengguna jasa. Mereka yakin petikemas akan ditangani dengan baik dan layanan kapal berjalan optimal. Dengan sinergi yang solid bersama stakeholder, kami optimistis kinerja TTL pada Semester II 2025 akan semakin meningkat,” ujar Syaiful.

Dengan strategi ekspansi layanan dan standar operasional kelas dunia, TTL kian memantapkan diri sebagai pemain kunci dalam ekosistem logistik nasional dan mendukung pertumbuhan perdagangan internasional Jawa Timur.

Baca Berita Menarik Lainnya di Google News