
Washington DC, Sabtu 16 Agustus 2025-VNNMedia- Presiden Amerika Serika (AS) Donald Trump, pada Jumat (15/8)) mengisyaratkan bahwa ia tidak akan segera menjatuhkan tarif balasan terhadap China, meskipun Beijing terus membeli minyak Rusia. Keputusan ini diambil setelah Trump mengatakan pertemuannya dengan Presiden Rusia Vladimir Putin di Alaska berjalan “sangat baik”.
Sebelumnya, Trump telah mengancam akan menjatuhkan sanksi sekunder terhadap negara-negara yang tetap membeli minyak dari Moskow, sebagai respons atas perang di Ukraina. Ancaman ini telah diwujudkan dengan pengenaan tarif tambahan sebesar 25 persen pada barang-barang India, yang juga merupakan salah satu pembeli utama minyak Rusia
Namun, China, yang juga menjadi pembeli besar minyak Rusia, belum mendapatkan sanksi serupa. Dalam wawancara dengan Sean Hannity dari Fox News, Trump ditanya apakah ia akan mengambil tindakan terhadap Beijing. “Karena apa yang terjadi hari ini, saya rasa saya tidak perlu memikirkan hal itu,” ujar Trump, merujuk pada pertemuan puncaknya dengan Putin. “Mungkin saya harus memikirkannya dalam dua atau tiga minggu atau lebih, tapi kita tidak perlu memikirkannya sekarang.”
Pernyataan ini muncul di tengah negosiasi kesepakatan dagang antara AS dan China. Para pengamat ekonomi menilai bahwa perekonomian China yang sedang melambat akan sangat menderita jika Trump menepati janjinya untuk menaikkan tarif dan sanksi terkait Rusia
Meskipun demikian, China tetap menjadi target potensial terbesar jika upaya diplomatik gagal dan Trump memilih untuk meningkatkan tekanan hukuman terhadap Moskow
sumber: Channel News Asia
Baca Berita Menarik Lainnya Di Google News