
Jakarta, Jumat 05 September 2025-VNNMedia- Dinamika sosial politik Indonesia yang sempat memanas pekan lalu dengan aksi unjuk rasa besar-besaran, yang berujung pada jatuhnya korban jiwa dan kerusakan sejumlah gedung pemerintahan dan fasilitas publik di ibu kota dan sejumlah daerah lain, mau tidak mau menjadi fokus perhatian ekstra pemerintah
Namun, meski demikian Presiden Prabowo Subianto meminta pembangunan nasional harus tetap berjalan. Hal ini disampaikan oleh Menteri Koordinator (Menko) Bidang Infrastruktur dan Pembanguna Kewilayahan (IPK) Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) usai rapat terbatas di Istana Kepresidenan pada Kamis kemarin
“Secara umum situasi sudah semakin stabil dan penanganan terhadap residu-residu dari dinamika minggu juga terus dilakukan. Namun, Presiden menekankan bahwa banyak hal tidak bisa menunggu-pembangunan harus tetap dijalankan,” ujar AHY
Terkait kerusakan fasilitas publik di sejumlah daerah, AHY menjelaskan bahwa Presiden Prabowo meminta agar segera dilakukan perbaikan. “Beliau berharap kerusakan-kerusakan yang terjadi di berbagai provinsi dan kabupaten/kota bisa segera diperbaiki. Kementerian PUPR akan bekerja sama dengan pemda untuk itu,” pungkasnya
Diketahui saat ini pemerintah mempunyai dua proyek besar yaitu pembangunan tanggul laut raksasa atau Giant Sea Wall (GSW) dan pengembangan kereta cepat
Terkait pembangunan GSW pemerintah tidak akan memakai dana dari APBN, namun akan bekerja sama dengan investor swasta melalui skema kerjasama pemerintah dan badan usaha (KPBU), dimana proyek tanggul yang membentang dari Banten hingga Jawa Timur sepanjang 500 kilometer itu, diperkirakan akan menelan biaya hingga US$80 miliar
Presiden Prabowo sendiri dalam lawatan ke China pada hari Rabu, telah menawarkan kerjasama strategis pembangunan GSW dan kereta cepat kepada Presiden Xi Jinping
sumber: Bisnis.com
Baca Berita Menarik Lainnya di Google News