
Jakarta, Selasa 26 Agustus 2025-VNNMedia- Presiden RI Prabowo Subianto resmi membentuk Badan Otorita Pantai Utara (Pantura) Jawa untuk mengawal pembangunan tanggul laut raksasa atau Giant Sea Wall (GSW)
Berdasarkan keterangan dari Menteri Sekretaris negara (Mensesneg) Prasetyo Hadi pada Senin kemarin, badan tersebut akan dipimpin oleh Menteri Kelautan dan Perikanan (KKP) Didit Herdiawan Ashaf. Menurutnya tujuan dari dibentuknya badan khusus untuk mega proyek GSW adalah merancang, membangun, sekaligus mengelola proyek tanggul laut utara Jawa
Menteri KKP Didit dalam menjalankan Badan Otorita Pantura Jawa dibantu oleh dua orang wakil kepala, yaitu Darwin Trisna Djajawinata mewakili Danantara, dan Suhajar Diantoro, mantan Sekretaris Jenderal Kementerian Dalam Negeri (2022-2024)
Sementara itu, Menteri Pekerjaan Umum Dody Hanggodo menilai bahwa pembentukan Badan Otorita Pantura Jawa sangat tepat, karena menjadi kunci percepatan pembangunan
“Enggak mungkin membangun tanggul laut dari barat sampai timur selesai dalam satu periode presiden. Bisa dua- tiga presiden baru selesai. Makanya diperlukan badan otorita sehingga walaupun presidennya sudah bukan lagi pak Prabowo, tapi pekerjaaan itu tetap jalan,” ujarnya
Diketahui Presiden Prabowo memastikan tidak ada lagi penundaan pembangunan proyek GSW -yang telah direncanakan oleh pemerintah Indonesia sejak 1995-, saat berbicara di acara International Conference on Infrastructure (ICI) di JICC Jakarta pada Juni lalu
“Tapi kita tak berkecil hati, sekarang tidak ada lagi penundaan, sudah tidak perlu lagi banyak bicara, kita akan kerjakan itu segera,” tegasnya
Dijelaskan juga oleh Prabowo bahwa proyek tanggul yang membentang dari Banten hingga Jawa Timur sepanjang 500 kilometer (km), diperkirakan akan menelan biaya hingga US$80 miliar
Diharapkan dengan dibentuknya badan khusus untuk megaproyek GSW dapat mempercepat penanganan rob sekaligus melindungi jutaan warga di pesisir pantura
sumber: Antara/CNN/Bisnis.com
Baca Berita Menarik Lainnya di Google News