
WASHINGTON DC, 22 FEBRUARI 2026 – VNNMedia – Presiden Prabowo Subianto menggelar pertemuan strategis dengan 12 pimpinan perusahaan investasi global dalam rangkaian kunjungan kerja ke Amerika Serikat, Jumat (20/2/2026).
Para investor yang hadir merupakan CEO dan presiden perusahaan investasi papan atas dunia dengan total aset kelolaan (AUM) sekitar USD 15 triliun.
Menteri Investasi dan Hilirisasi/Kepala BKPM sekaligus CEO Danantara, Rosan Perkasa Roeslani, mengatakan pertemuan yang semula dijadwalkan satu jam berlangsung hampir dua jam karena pembahasan berjalan sangat konstruktif. “Diskusinya sangat produktif dan mendalam, sehingga waktunya melampaui agenda awal,” ujar Rosan kepada awak media.
Dalam forum tersebut, Presiden Prabowo memaparkan arah kebijakan ekonomi nasional, strategi penguatan iklim investasi, serta komitmen pemerintah menjaga stabilitas dan kepastian hukum.
Usai sesi pleno, dialog dilanjutkan secara one-on-one dengan masing-masing pimpinan perusahaan untuk menggali peluang kerja sama konkret.
Rosan menambahkan, kehadiran Danantara mendapat respons positif dari para investor global. Mereka menilai Danantara berpotensi menjadi mitra strategis lokal dalam berbagai skema investasi, baik di dalam negeri maupun lintas negara.
“Ini memberi rasa aman dan kepercayaan karena investasi bisa dilakukan bersama, tidak hanya di Indonesia tetapi juga secara global,” jelasnya.
Dalam kesempatan itu, Presiden Prabowo menegaskan Indonesia tidak ingin lagi dikenal sebagai sleeping giant. Pemerintah berkomitmen mengakselerasi pemanfaatan potensi ekonomi nasional dengan menggandeng mitra global yang kredibel.
Langkah diplomasi investasi ini menegaskan upaya pemerintah menarik arus modal berkualitas, memperkuat kepercayaan investor, dan mendorong pertumbuhan ekonomi berkelanjutan di tengah dinamika global.
Foto : BPMI Setpres
Baca Berita Menarik Lainnya di Google News