
Jakarta, Sabtu 30 Agustus 2025-VNNMedia- Perhimpunan Pelajar Indonesia (PPI) Dunia mendesak pemerintahan Prabowo untuk menjamin kebebasan setiap masyarakat sipil untuk menyampaikan pendapat
Desakan PPI Dunia tersebut menyikapi aksi damai yang dilakukan rakyat pada 25 dan 28 Agustus yang berujung pada tewasnya warga sipil, Affan Kurniawan, seorang ojek online yang dilindas kendaraan barakuda Brimob, yang memicu gelombang protes hingga menjalar ke daerah-daerah
“PPI DUnnia mendesak pemerintah Republik Indonesia untuk menghormati, melindungi, dan memenuhin hak-hak masyarakat sipil dalam menyampaikan pendapat di muka umum sebagaimana dijamin oleh konstitusi dan instrumen hak asasi manusia internasional yang telah diratifikasi oleh Indonesia,” kata PPI DUnia dalam sebuah pernyataan pada Jumat (29/8)
Organisasi itu melaporkan bahwa sebanyak 351 orang, 196 diantaranya adalah anak-anak di bawah umum, yang diciduk polisi saat berunjuk rasa, masih belum dibebaskan
“Peristiwa ini mencerminkan adanya indikasi serius pelanggaran hak asasi manusia serta pengingkaran terhadap konstitusi Republik Indonesia yang menjamin hak kebebasan berpendapat dan berekspresi bagi seluruh warga negara,” tambahnya
Mereka secara tegas mengatakan bahwa suara pelajar adalah bagian penting dari suara rakyat. Selaian itu PPI Dunia juga menyerukan solidaritas seluruh pelajar Indonesia dimanapun berada untuk bersatu dalam memperjuangkan nilai-nilai demokrasi, keadilan dan kemanusiaan
Penolakan atas kebijakan kenaikan tunjangan anggota DPR yang dianggap tidak peka dengan kondisi rakyat kecil saat ini, juga didengungkan PPI Dunia. Mereka menganggap kenaikan tersebut bertentangan dengan prinsip keadilan di tengah kesulitan ekonomi yang sedang dialami rakyat Indonesia
Terkait jatuhnya korban jiwa, PPI Dunia mengutuk tindakan penggunaan kekuasaan aparat berlebihan dan menuntut investigasi yang transparan, akuntabel, dan independen agar kebenaran dapat ditegakkan, sertaa mendorong Komnas HAM dan penegak hukum lainnya untuk menindaklanjuti insiden tersebut
Tidak hanya itu, PPI Dunia juga mendorong dibukanya ruang diskusi untuk berdialog untuk menampung aspirasi masyarakat. “Menyerukan kepada pemerintah untuk membuka ruang substantif untuk mendengarkan aspirasi rakyat secara adil dan bijak tanpa mendiskreditkan rakyat,” tegasnya
Dalam pernyataannya, PPI Dunia mengajak masyarakat Indonesia, terutama seluruh pelajar Indonesia di luar negeri, untuk tetap aktif dan mengawal jalannya demokrasi Indonesia yang adil
“PPI Dunia menegaskan komitmen untuk selalu berdiri bersama rakyat Indonesia dalam menegakkan demokrasi, keadilan, dan kesejahteraan,” pungkasnya
Tentang PPI Dunia
Perhimpunan Pelajar Indonesia (PPI) Dunia adalah aliansi yang mengoordinasikan berbagai perhimpunan pelajar Indonesia di seluruh dunia. Organisasi ini didirikan untuk menjadi wadah bagi para pelajar Indonesia yang sedang menempuh pendidikan di luar negeri, baik di tingkat sarjana, pascasarjana, maupun doktoral
Cikal bakal PPI Dunia dimulai dari Konferensi Internasional Pelajar Indonesia (KIPI) pada September 2007 di Sydney, Australia. Pada momen tersebut, tujuh PPI dari berbagai negara (Australia, India, Malaysia, Italia, Mesir, Belanda, dan Jepang) sepakat untuk membentuk sebuah jaringan global
Tujuan utama dari PPI Dunia adalah untuk meningkatkan sumber daya manusia Indonesia. Organisasi ini berperan sebagai platform kolaborasi, pertukaran ide, dan pengembangan profesional bagi para anggotanya
Selain itu, PPI Dunia juga memiliki misi untuk menjalin sinergi dengan berbagai pihak, termasuk pemerintah Indonesia, untuk memastikan bahwa aspirasi dan kontribusi para pelajar di luar negeri dapat memberikan dampak positif bagi kemajuan bangsa
sumber: Antara
Baca Berita Menarik Lainnya di Google News