
Gresik, 29 Juli 2025, VNNMedia – Palang Merah Indonesia (PMI) Provinsi Jawa Timur melakukan sosialisasi rencana gelaran Jumbara (Jumpa Bhakti Gembira) ke-10 tingkat Provinsi yang akan berlangsung di bumi perkemahan Semen Gresik mulai tanggal 17 sampai 22 September 2025.
Ketua PMI Jawa Timur, Imam Utomo S hadir didampingi Koordinator Jumbara EA Zaenal Marzuki dan Sekretaris Edi Purwinarto bertempat di Markas PMI Provinsi Jawa Timur. Sosialisasi ini mengundang 38 ketua PMI Kabupaten/Kota se-Jawa Timur di Markas PMI Jalan Karangmenjangan No.22 Surabaya.
Ada tiga poin penting disampaikan Imam Utomo. Pertama, semua PMI Kabupaten/Kota diminta tidak ada yang absen dalam Jumbara ke-10. Kedua, meskipun darah saat ini sudah ditampung oleh PMI Pusat dan diolah jadi plasma, namun Unit Donor Darah (UDD) tidak memproduksi secara berlebihan.
Ketiga menyangkut soal Musyawarah Provinsi (Musprov). Agenda lima tahunan yang akan berlangsung pada bulan November mendatang dengan agenda utama pemilihan ketua baru periode 2025-2030. Imam Utomo mempersilakan daerah untuk menyiapkan diri siapapun orang yang dicalonkan. Terpenting adalah masukan-masukan yang menjadi program pengurus berikutnya.
Sementara itu, Ketua Panitia Jumbara ke-10 PMI Provinsi Jawa Timur EA Zainal Marzuki mengatakan seperti tahun-tahun sebelumnya bahwa Jumbara ini diperuntukan PMR Mula PMR Madya dan PMR Wira. Tiap kontingen berjumlah 30 orang sudah termasuk pembina, pengurus relawan dan staf.
“Kita harus bersyukur bahwa PMI tidak hanya menyiapkan darah untuk rumah sakit dan pertolongan pertama pada bencana, namun diberikan tanggung jawab melakukan pembinaan terhadap generasi muda melalui Jumbara ini,” jelas Zainal Marzuki.
Jika mengacu pada Jumbara nasional di Lampung penilaian 50 persen masalah teknis dan 50 persen evaluasi administrasi. Ini juga dipakai oleh Jumbara DKI belum lama ini. Tadi ada masukan 70 persen penilaian teknik jumbara. Tapi soal ini akan di bahas dalam pertemuan teknik berikutnya,” tegas Zainal Marzuki dalam laman PMI Jatim, Selasa (29/7/2025).
Sementara itu Sekretaris PMI Jawa Timur Edi Purwinarto menyatakan pentingnya ada audit internal. “Sebab seberapapun rupiah yang kita terima melalui hibah harus dipertanggungjawabkan. Audit internal ada di tingkat pusat sampai daerah,” tegasnya.
Telusuri berita lain di Google News VNNMedia