
BOJONEGORO, 3 April 2026 – VNNMedia – Palang Merah Indonesia (PMI) Kabupaten Bojonegoro mulai mengarahkan fokus kerja pada peningkatan kualitas layanan darah dan penguatan kesiapsiagaan bencana untuk periode 2026–2031.
Ketua PMI Bojonegoro, Ninik Susmiati, Kamis (2/4/2026) menegaskan, bahwa pelayanan kemanusiaan akan menjadi prioritas utama, terutama dalam memastikan ketersediaan dan kualitas darah bagi masyarakat. PMI menargetkan pemenuhan kebutuhan darah sekitar 2 persen dari total jumlah penduduk, sekaligus mendukung kebutuhan daerah sekitar. “Upaya ini akan dibarengi dengan peningkatan kesadaran masyarakat untuk rutin menjadi pendonor darah,” ujarnya.
Selain kuantitas, kualitas darah juga menjadi perhatian serius. PMI Bojonegoro tengah menyiapkan Unit Donor Darah (UDD) agar mampu memenuhi standar Cara Pembuatan Obat yang Baik (CPOB), sebagai salah satu indikator kualitas layanan tertinggi di bidang kesehatan. Langkah tersebut diperkuat melalui pendampingan dari Dinas Kesehatan Jawa Timur, dengan target menjadikan UDD PMI Bojonegoro sebagai salah satu unit donor darah berstandar nasional, bahkan provinsi.
Tak hanya layanan darah, PMI Bojonegoro juga menaruh perhatian pada kesiapsiagaan menghadapi bencana. Perubahan iklim yang berdampak pada meningkatnya potensi bencana membuat peran PMI dinilai semakin strategis. Ketua PMI Jawa Timur, Imam Utomo, menilai fungsi posko bencana di daerah masih perlu diperkuat agar mampu merespons situasi darurat secara cepat dan efektif. “Ke depan, kesiapan posko dan sumber daya manusia harus menjadi perhatian utama,” katanya.
Ia juga optimistis PMI Bojonegoro mampu meningkatkan kapasitas pelayanan, baik dari sisi kualitas darah maupun pengelolaan organisasi, sehingga dapat memberikan kontribusi nyata bagi kebutuhan kemanusiaan di daerah. Dengan berbagai program tersebut, PMI Bojonegoro diharapkan dapat memperkuat perannya sebagai mitra strategis pemerintah daerah dalam bidang sosial dan kemanusiaan.
Telusuri berita lain di Google News VNNMedia