
SURABAYA, 7 NOVEMBER 2025 — VNNMedia – Dalam upaya mempercepat transisi energi dan memperkuat ekosistem kendaraan listrik di Indonesia, PT PLN (Persero) resmi membuka Stasiun Pengisian Kendaraan Listrik Umum (SPKLU) Center pertama di Jawa Timur, Jumat (7/11/2025).
Fasilitas ini berlokasi di Kantor PLN Unit Pelaksana Pelayanan Pelanggan (UP3) Surabaya Selatan dan menjadi SPKLU Center keempat di Indonesia.
Menurut Direktur Retail dan Niaga PLN Adi Priyanto, keberadaan SPKLU Center Surabaya merupakan langkah strategis PLN dalam mendukung kemandirian energi nasional sekaligus mendorong adopsi kendaraan listrik yang ramah lingkungan.
“Ada tiga quick win dari penggunaan kendaraan listrik — biaya operasional yang lebih hemat hingga sepertiga dibanding kendaraan konvensional, efisiensi energi yang tinggi, serta kontribusi nyata terhadap pelestarian lingkungan,” jelas Adi.
SPKLU Center Surabaya memiliki 10 slot parkir khusus mobil listrik, dilengkapi 4 unit ultra fast charging (100–200 kW) dan 2 unit medium charging (22 kW).
Tak hanya menjadi tempat pengisian daya, SPKLU ini juga dilengkapi dengan fasilitas penunjang seperti kafe, sport center, dan musholla, menjadikannya pusat aktivitas dan edukasi energi baru terbarukan (EBT) bagi masyarakat.
PLN mencatat lonjakan konsumsi energi listrik di SPKLU mencapai 329,12% (Oktober year-on-year), menandakan peningkatan signifikan dalam jumlah pengguna kendaraan listrik.
Saat ini, PLN telah mengoperasikan 280 unit SPKLU di 150 titik di Jawa Timur, guna memastikan ketersediaan infrastruktur pengisian daya di seluruh wilayah provinsi.
General Manager PLN UID Jawa Timur, Ahmad Mustaqir, menyebut jumlah mobil listrik di Jawa Timur kini telah mencapai 3.500 unit, tumbuh 166,57% dibanding tahun sebelumnya.
“SPKLU Center Surabaya menjadi bukti nyata dukungan PLN terhadap kebijakan pemerintah dalam mempercepat penggunaan kendaraan listrik berbasis baterai sesuai Perpres Nomor 79 Tahun 2023. Lokasinya kami pilih di Surabaya karena animo masyarakat terhadap kendaraan listrik sangat tinggi,” ungkap Ahmad.
Kepala Dinas ESDM Jawa Timur, Aris Mukiyono, menegaskan bahwa kehadiran SPKLU Center bukan sekadar proyek infrastruktur, melainkan tonggak sejarah dalam perjalanan transisi energi provinsi ini.
“SPKLU Center bukan hanya tempat pengisian daya, tetapi juga pusat kolaborasi dan edukasi antara pemerintah, akademisi, serta pelaku industri untuk mempercepat pengurangan emisi karbon,” ujarnya.
Melalui SPKLU Center, PLN berkomitmen memperluas ekosistem kendaraan listrik dan mendukung target pemerintah dalam mewujudkan transportasi rendah emisi. Upaya ini juga menjadi bagian dari strategi besar PLN untuk mengakselerasi transformasi energi bersih dan keberlanjutan ekonomi hijau di Indonesia.
Dengan hadirnya SPKLU Center pertama di Jawa Timur, PLN tidak hanya memperkuat infrastruktur kendaraan listrik di kawasan timur Jawa, tetapi juga membuka peluang investasi baru di sektor energi terbarukan dan transportasi hijau.
Baca Berita Menarik Lainnya di Google News