Petenis Taylor Townsend Minta Maaf Usai Hina Makanan China

Shenzhen, Rabu 17 September 2025-VNNMedia- Pemain tenis Amerika, Taylor Townsend, telah mengeluarkan permintaan maaf resmi setelah komentarnya di media sosial yang menyinggung hidangan tradisional China memicu kemarahan publik

Reaksi keras ini muncul setelah ia mengunggah video yang mengolok-olok makanan lokal saat berada di Shenzhen untuk turnamen Final Piala Billie Jean King

Insiden ini bermula saat Townsend (29) memposting video di Instagram, yang memperlihatkan dirinya bereaksi terhadap berbagai hidangan, termasuk kura-kura, katak, dan teripang

Dalam video tersebut, ia menyebutnya sebagai “hal paling gila yang pernah saya lihat” dan memberikan komentar yang dinilai meremehkan, seperti, “Saya harus bicara dengan HR,” dan mempertanyakan apakah kodok banteng beracun. Ia bahkan memberi nilai “dua dari 10” untuk pengalaman kuliner tersebut, dan menganggapnya “gila.”

Video tersebut dengan cepat menyebar dan mendapatkan kecaman dari pengguna media sosial berbahasa Inggris maupun Mandarin. Di platform X, seorang pengguna menulis, “Sangat menyinggung jika mengejek makanan budaya orang lain,” sementara di Weibo, platform media sosial China, tagar “Pemain tenis Amerika secara terbuka menghina makanan China” menjadi tren

Komentar-komentar mengecam kurangnya pemahaman budaya dan meminta Townsend untuk menghormati adat istiadat setempat

Menghadapi tekanan publik, Townsend, yang juga merupakan pemain ganda peringkat teratas dunia, segera memposting video permintaan maaf. Ia mengakui kesalahannya dan menyatakan penyesalannya. “Tidak ada alasan, tidak ada kata-kata dan, bagi saya, saya akan menjadi lebih baik,” ujarnya dalam video tersebut

Ia menambahkan bahwa ia menyadari betapa beruntungnya ia bisa bepergian dan merasakan berbagai budaya, yang merupakan salah satu hal yang paling ia cintai dari pekerjaannya. Townsend juga menegaskan bahwa ia mendapatkan “pengalaman paling menakjubkan” selama berada di turnamen

Kontroversi ini menambah daftar insiden yang melibatkan Townsend dalam waktu kurang dari sebulan. Sebelumnya, ia terlibat konfrontasi dengan pesaingnya asal Latvia, Jelena Ostapenko, yang secara tidak langsung menuduhnya “tidak berkelas” dan “tidak berpendidikan.” Meskipun Ostapenko kemudian meminta maaf, ia membantah tuduhan rasisme.

Townsend dan timnya dijadwalkan menghadapi Kazakhstan dalam perempat final pada Kamis besok, di tengah sorotan publik yang intens terhadapnya

sumber: BBC

Baca Berita Menarik Lainnya DGoogle News