Perkuat Potensi Pesisir, Menko Pangan Panen Bandeng di Gresik

GRESIK, 27 JANUARI 2026 – VNNMedia – Menteri Koordinator Bidang Pangan Zulkifli Hasan meninjau sekaligus melakukan panen bandeng di Kampung Perikanan Budidaya (KPB) “Kampung Bandeng” Desa Pangkhah Wetan, Kecamatan Ujungpangkah, Kabupaten Gresik, Selasa (27/1/2026). 

Kegiatan ini menjadi bagian dari upaya memperkuat ketahanan pangan nasional berbasis potensi pesisir dan perikanan budidaya.

Kampung Bandeng Pangkhah Wetan merupakan kawasan perikanan budidaya yang telah ditetapkan melalui Keputusan Menteri Kelautan dan Perikanan Nomor 64 Tahun 2021.

Kawasan ini menjadi salah satu sentra strategis perikanan budidaya di Jawa Timur, khususnya untuk komoditas bandeng, yang berperan penting dalam mendukung pasokan pangan dan ekonomi masyarakat pesisir.

Menko Pangan Zulkifli Hasan mengapresiasi pengembangan Kampung Bandeng Pangkhah Wetan sebagai bagian dari strategi nasional dalam menjaga pasokan pangan dan menciptakan lapangan kerja di wilayah pesisir.

“Panen bandeng hari ini menunjukkan bahwa sektor perikanan budidaya memiliki peran strategis dalam mendukung ketahanan pangan nasional. Sinergi pusat dan daerah harus terus diperkuat agar kawasan seperti ini semakin berkembang,” ujar Menko Pangan.

Melalui penguatan sinergi lintas sektor, Pemerintah Provinsi Jawa Timur berkomitmen untuk terus menjadi penjalin sinergi antara pemerintah pusat, pemerintah kabupaten/kota, dan pelaku perikanan, sehingga Kampung Perikanan Budidaya Pangkhah Wetan semakin berdaya saing dan berkontribusi nyata bagi ketahanan pangan nasional.

Sekretaris Daerah Provinsi Jawa Timur Adhy Karyono menyampaikan bahwa peninjauan dan panen bandeng ini menunjukkan peran nyata sektor perikanan budidaya dalam menjaga ketersediaan pangan sekaligus meningkatkan kesejahteraan masyarakat.

“Kampung Bandeng Pangkhah Wetan menjadi contoh bagaimana potensi pesisir dapat dikelola secara produktif dan berkelanjutan. Mulai dari budidaya, panen, hingga pengolahan, seluruh rantai nilai memberikan dampak ekonomi yang luas bagi masyarakat,” ujarnya. 

Berdasarkan data kawasan, Desa Pangkhah Wetan memiliki luas wilayah sekitar 5.300 hektare dengan potensi lahan budidaya mencapai 3.840 hektare dan luasan eksisting kampung budidaya sekitar 378 hektare.

Pola usaha yang dikembangkan meliputi budidaya tambak tradisional hingga semi-intensif dengan sistem monokultur dan polikultur, memanfaatkan pakan alami serta pakan buatan.

Kegiatan perikanan di kawasan ini melibatkan sedikitnya 813 pembudidaya dan 992 nelayan, serta didukung tenaga kerja harian, panen, dan pascapanen sebanyak 2.456 orang. Komoditas unggulan yang dikembangkan antara lain ikan bandeng, udang vaname, udang windu, ikan nila salin, dan kepiting.

Total produksi budidaya Kampung Bandeng Pangkhah Wetan mencapai sekitar 20.000–25.000 ton per tahun, sementara produksi perikanan tangkap berkisar 15.000–20.000 ton per tahun.

Selain produk segar, kawasan ini juga menghasilkan berbagai produk olahan bernilai tambah seperti otak-otak bandeng, bandeng asap, bandeng tanpa duri, serta kerupuk ikan. Harga bandeng di tingkat pembudidaya berada pada kisaran Rp23.000–30.000 per kilogram.

Sekda Jatim menambahkan bahwa penguatan kelembagaan melalui 26 kelompok pembudidaya ikan (Pokdakan), lima Poklahsar, dan tujuh kelompok nelayan (KUB) menjadi modal penting untuk mendorong hilirisasi, peningkatan kualitas produk, serta perluasan akses pasar.

Baca Berita Menarik Lainnya di Google News