Penjualan Global BYD Kalahkan Tesla, Model Hibrida jadi Favorit

Shenzhen, 25 Maret 2025-VNNMedia- BYD, kendaraan listrik (EV) asal China, mengumumkan kenaikan pendapatan tahun 2024 sebesar 29 persen, yaitu US$107 miliar. Kenaikan tersebut menurut mereka ditunjang oleh penjualan kendaraan hibrida sebanyak 4,3 juta unit di seluruh dunia

Nominal tersebut mengungguli merek Tesla, EV asal Amerika Serikat (AS) yang melaporkan pendapatan global di tahun lalu sebesar US$97,7 miliar

Hari Minggu kemarin BYD meluncurkan model terbaru, Qin L, yang diklaim mampu menyaingi Model 3 Tesla, EV Tesla terlaris di China. Qin L dibanderol pada harga 119.800 yuan, sementara Model 3 Tesla diharga 235.500 yuan

Pada minggu lalu, BYD mengumumkan bahwa perusahaan akan membangun jaringan pengisian daya untuk pertama kalinya di negara tersebut dan meluncurkan aplikasi pengisi daya

Aplikasi disebutnya sebagai ‘platform super e’ yang diklaim mampu mencapai kecepatan pengisian daya puncak 1.000kilowatt (kW), dan memungkinkan mobil dapat menempuh jarak hingga 400 km dengan waktu pengisian 5 menit saja

BYD mengatakan bahwa ‘platform super e’ mengisi daya dua kali lebih cepat dari supercharger Tesla yang versi terbarunya menawarkan kecepatan pengisian daya hingga 500 kW

Disisi lain, Tesla saat ini sedang mengalami reaksi keras di sejumlah negara. Sentimen anti-Tesla telah menyeruak sejak sang owner Elon Musk menjadi sekutu Donald Trump, dan dukungannya terhadap partai-partai sayap kanan Eropa serta sikapnya yang anti keberagaman

Pada 1 Maret lalu, ratusan orang berdemo di luar dealer Tesla yang berada di kota New York. Pendemo meneriakkan yel-yel sambil membawa tulisan berbunyi “Bakar Tesla: Selamatkan Demokrasi” dan “Tidak Ada Diktator AS”

Menurut kepolisian setempat, aksi tersebut merupakan salah satu gelombang demonstrasi “Tesla Takedown” yang digelar di AS dengan menarget Elon Musk yang dianggap berperan besar dalam pemotongan besar-besaran terhadap tenaga kerja federal melalui departemen efisiensinya, DOGE

Sementara itu, serangan pembakaran terhadap Tesla terjadi di salah dealer di kota Toulouse Prancis, delapan mobil hangus dan empat lainnya dalam kondisi rusak parah. Bukti-bukti di TKP menunjukan bahwa kebakaran tersebut adalah dilakukan dengan sengaja

Walikota setempat menyatakan jika serangan pembakaran itu merupakan tindakan kriminal dan tidak menyasar kepada dealer tertentu namun kepada merek mobil yang mereka jual yaitu Tesla

sumber: BBC

Baca Berita Menarik Lainnya Di Google News