Penjualan Apartemen Drop, Pengembang Harapkan Stimulus Pemerintah

Jakarta, Selasa 17 Februari 2026-VNNMedia- Tren lesunya penjualan apartemen di Indonesia yang masih terus berlanjut, meski ada program PPN DTP (PPN Ditanggung Pemerintah), harus mendapat perhatian lebih dari pemerintah

Seperti dikatakan oleh Raymond Ardan Arfandy, pengembang sekaligus Sekjend DPP REI, bahwa negara harus hadir untuk mengatasi masalah tersebut

Menurut Raymond, pengembang butuh stimulus dari pemerintah berupa insentif khusus untuk mendorong daya beli masyarakat dan meringankan beban likuiditas pengembang apartemen

Raymond kemudian menjelaskan berbagai kendala yang harus dihadapi pengembang dalam membangun hunian vertikal, termasuk dari segi pembiayaan dan perizinan

“Bangunan itu harus, kondisinya sudah harus siap pakai,” ujar Raymond, dikutip dari Bisnis.com (16/2)

Lebih lanjut ia menegaskan bahwa pembangunan apartemen merupakan proyek padat modal, dimana pengembang apartemen harus menyelesaikan struktur bangunan secara utuh, mulai fondasi hingga topping off, sehingga jika tidak terserap dengan cepat akan berpengaruh pada likuiditas perusahaan

Sementara rumah tapak, pengembang mempunyai fleksibilitas dalam membangun, yang disesuaikan dengan penjualan yang masuk

“Proyek hunian vertikal adalah proyek padat modal. Beda kalau rumah-rumah tapak kan kita bikin 1,2,3 unit, selesai-jual, selesai-jual,” imbuhnya

“Jadi untuk itu memang khusus pembangunan rusun dan vertical housing ini, dibutuhkan insentif-insentif khusus bagi masyarakat,” pungkas Raymond

Mengutip CNBC, lesunya penjualan apartemen dan menurunnya minat masyarakat terhadap apartemen, salah satunya disebabkan oleh tingginya biaya service charge atau iuran pemeliharaan lingkungan (IPL)

Selain itu, tingginya biaya hidup di apartemen juga menjadi pertimbangan tersendiri bagi masyarakat saat memutuskan membeli sebuah hunian

Baca Berita Menarik Lainnya Di Google News