
MALANG, 22 JULI 2025 – VNNMedia – Pertumbuhan transaksi digital melalui QRIS (Quick Response Code Indonesian Standard) menunjukkan lonjakan signifikan dalam lima tahun terakhir. Jauh melampaui pertumbuhan kartu kredit dan debit.
Menurut Kepala Kantor Perwakilan Bank Indonesia Jawa Timur, Ibrahim, QRIS berhasil mencatatkan 50 juta pengguna hanya dalam waktu lima tahun. Sebagai perbandingan, dibutuhkan waktu hingga 25 tahun untuk mencapai angka yang sama pada pengguna kartu kredit maupun kartu debit, baik di Indonesia maupun di luar negeri.
“QRIS ini adalah solusi digital yang sangat adaptif. Kami yakin ke depan, penggunaannya akan semakin mengungguli kartu debit dan kartu kredit,” ujarnya dalam acara Capacity Building Media yang digelar BI Jawa Timur.
Hingga Maret 2025, jumlah pengguna QRIS telah mencapai 56,28 juta, dengan 38,1 juta merchant yang menerima pembayaran QRIS. Selain itu, sebanyak 2,3 juta perangkat EDC juga telah terpasang di berbagai titik layanan.
Deputi Direktur Departemen Kebijakan Sistem Pembayaran (DKSP) Bank Indonesia, Himawan Kusprianto, menambahkan bahwa mayoritas pengguna QRIS berasal dari generasi muda.
Gen Z tercatat sebagai pengguna terbanyak, yakni 75,49 juta atau sekitar 27,94% dari total pengguna. Disusul Gen Milenial (69,9 juta/25,87%), Gen X (59,12 juta/21,88%), Baby Boomer (31,23 juta/11,56%), dan bahkan Gen Alpha (29,9 juta/10,88%).
“Pertumbuhan QRIS sangat akseleratif sejak pandemi, didorong oleh kemudahan penggunaan, dominasi ekonomi digital oleh Gen Z, serta penetrasi ponsel pintar yang sangat tinggi,” jelas Himawan.
QRIS juga menjadi tulang punggung digitalisasi sektor UMKM, dengan 93% pengguna berasal dari segmen usaha mikro, kecil, dan menengah. Dari jumlah tersebut, pelaku usaha mikro menjadi pengguna terbesar, mencapai 57,52%.
Baca Berita Menarik Lainnya di Google News