
Tel Aviv, Selasa 10 Februari 2026-VNNMedia- Kelompok peneliti dari Universitas dan Kementerian Kesehatan Israel mengungkap jika bayi yang dilahirkan dari orang tua penganut pola makan vegan atau vegetarian, mempunyai tumbuh kembang yang sama dengan bayi dari orang tua pemakan segala
Para ilmuwan tersebut meneliti dampak pola makan nabati terhadap pertumbuhan pesat di usia dua pertama kehidupan. Kelompok tersebut selama periode 2014-2023, meneliti sekitar 1,2 juta anak, yang merupakan 70% dari jumlah bayi di negara itu
Hasil penelitian yang diterbitkan JAMA Network Open itu mengungkap bahwa bayi dari keluarga vegan dan vegetarian memiliki berat dan panjang tubuh, serta pertumbuhan kepala yang sama dengan anak-anak yang dilahirkan dari bapak ibu yang tidak menganut pola makan tertentu
Jadi kekhawatiran bayi akan mengalami gangguan tumbuh kembang karena pola makan vegan orang tua, tidak terbukti, meski mereka sedikit lebih beresiko mengalami berat badan rendah di dua bulan pertama setelah dilahirkan
Laporan itu juga menegaskan bahwa pola makan nabati yang terencana dengan didukung nutrisi yang cukup selama masa kehamilan dan bayi sangatlah penting, dan tidak akan menghambat perkembangan fisik pada fase awal pertumbuhan
Mengenal Pola Makan Vegan dan Vegetarian
Pola makan vegan dan vegetarian pada dasarnya adalah gaya hidup yang berfokus pada konsumsi bahan pangan nabati. Perbedaan mendasar di antara keduanya terletak pada tingkat ketatnya pantangan terhadap produk turunan hewan
Seorang vegetarian umumnya tidak mengonsumsi daging merah, unggas, atau ikan, namun banyak yang masih menyertakan telur dan produk susu dalam menu harian mereka. Di sisi lain, seorang vegan menerapkan aturan yang lebih menyeluruh dengan menghindari semua bentuk produk hewani, termasuk susu, keju, madu, telur, hingga bahan tambahan pangan yang berasal dari hewan seperti gelatin.

Dari sisi kesehatan, kedua pola makan ini menawarkan manfaat yang signifikan jika dijalankan dengan gizi seimbang. Serat yang tinggi dari sayuran, buah-buahan, dan biji-bijian dapat membantu menjaga stabilitas tekanan darah serta menurunkan risiko penyakit jantung. Selain itu, asupan nabati yang kaya akan antioksidan berperan penting dalam meningkatkan sistem kekebalan tubuh dan menjaga berat badan tetap ideal
Namun, ada beberapa aspek nutrisi yang perlu diperhatikan agar tubuh tidak mengalami defisiensi. Penggiat pola makan ini disarankan untuk memastikan kecukupan vitamin B12, zat besi, kalsium, dan asam lemak omega-3
Hal ini bisa disiasati dengan mengonsumsi makanan yang telah difortifikasi atau memilih sumber nabati yang tepat seperti tempe, tahu, kacang-kacangan, dan sayuran hijau gelap. Penting untuk diingat bahwa kunci dari keberhasilan pola makan ini adalah keberagaman sumber makanan agar kebutuhan mikro dan makro nutrisi tetap terpenuhi secara optimal.
Baca Berita Menarik Lainnya Di Google News