Pendapatan Jatim Lampaui Target, LKPJ 2025 Catat Kinerja Keuangan Daerah Solid

SURABAYA, 31 MARET 2026 – VNNMedia – Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa memaparkan kinerja keuangan daerah yang solid dalam Nota Penjelasan Laporan Keterangan Pertanggungjawaban (LKPJ) Tahun Anggaran 2025 di hadapan DPRD Jawa Timur.

Dalam laporan tersebut, pengelolaan fiskal daerah menjadi sorotan utama. Realisasi pendapatan daerah tercatat melampaui target, mencapai Rp29,88 triliun atau 104,65 persen dari target Rp28,55 triliun. Capaian ini menunjukkan kapasitas fiskal daerah yang kuat di tengah dinamika ekonomi global.

Di sisi belanja, realisasi anggaran mencapai Rp31,20 triliun atau 93,82 persen dari pagu Rp33,25 triliun. Serapan ini mencerminkan efektivitas belanja daerah yang tetap terjaga, dengan fokus pada program prioritas dan pembangunan yang berdampak langsung ke masyarakat.

“Pengelolaan keuangan daerah berjalan efektif, transparan, dan akuntabel,” ujar Khofifah dalam paparannya.

Kinerja fiskal tersebut turut menopang capaian makro pembangunan. Pelaksanaan Rencana Kerja Pemerintah Daerah (RKPD) 2025 terealisasi hingga 98,33 persen dari total 4.021 indikator kinerja, meningkat dibanding tahun sebelumnya.

Dari sisi ekonomi, Jawa Timur mencatat pertumbuhan 5,33 persen (c-to-c), melampaui target, sekaligus mempertegas perannya sebagai salah satu penopang utama ekonomi nasional dengan kontribusi 14,40 persen terhadap PDB nasional.

Stabilitas harga juga terjaga dengan inflasi sebesar 2,93 persen (y-on-y), masih dalam rentang sasaran nasional. Kondisi ini mencerminkan efektivitas kebijakan pengendalian inflasi daerah serta terjaganya daya beli masyarakat.

Kinerja investasi menjadi salah satu penopang utama penerimaan daerah, dengan realisasi mencapai Rp147,7 triliun—tertinggi dalam enam tahun terakhir. Tingginya investasi ini menunjukkan kepercayaan pelaku usaha terhadap iklim ekonomi Jawa Timur.

Selain itu, aktivitas perdagangan turut memperkuat struktur ekonomi daerah. Nilai ekspor meningkat 16,61 persen, ditopang kinerja ekspor nonmigas serta misi dagang yang menghasilkan transaksi besar, baik di dalam maupun luar negeri.

Keberhasilan pengelolaan fiskal ini juga berdampak pada peningkatan kesejahteraan. Tingkat kemiskinan turun menjadi 9,30 persen, sementara tingkat pengangguran terbuka menurun menjadi 3,71 persen. Ketimpangan juga menyempit dengan rasio gini 0,359, terendah dalam enam tahun terakhir.

Di sisi kualitas pembangunan manusia, Indeks Pembangunan Manusia (IPM) mencapai 76,13 atau melampaui target, menandakan peningkatan kualitas hidup masyarakat yang konsisten.

Secara keseluruhan, kinerja keuangan daerah yang kuat menjadi fondasi bagi pembangunan yang inklusif dan berkelanjutan. Sepanjang 2025, capaian tersebut juga diperkuat dengan raihan 133 penghargaan dari berbagai sektor.

“Capaian ini merupakan hasil sinergi seluruh elemen, sekaligus menjadi fondasi penting bagi pembangunan Jawa Timur ke depan,” pungkas Khofifah.

Baca Berita Menarik Lainnya di Google News