
SURABAYA, 6 APRIL 2026 – VNNmedia – Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya menegaskan komitmennya dalam menghadirkan kebijakan yang berpihak pada warga ber-KTP Surabaya, melalui penguatan sektor industri, pembukaan lapangan kerja, hingga peningkatan ekspor.
Wali Kota Surabaya Eri Cahyadi mengungkapkan, salah satu langkah konkret yang telah dilakukan adalah menjalin kerja sama dengan sektor perhotelan, restoran, dan kafe (Horeca). Kolaborasi ini membuka peluang bagi warga untuk terlibat dalam rantai pasok kebutuhan industri, seperti penyediaan bahan pangan.
“Sudah ada kesepakatan melalui MoU dengan Horeca. Kami berharap warga Surabaya bisa mengambil peluang tersebut,” ujar Eri, Minggu (5/4/2026).
Ia menambahkan, Pemkot juga akan memberikan pelatihan serta dukungan kepada generasi muda agar mampu mengisi kebutuhan sektor Horeca secara langsung.
Selain itu, Pemkot Surabaya menyiapkan Surabaya Job Fair dengan lebih dari 1.000 lowongan pekerjaan. Menariknya, sebagian peluang kerja tersebut berorientasi ekspor, sehingga membuka kesempatan bagi tenaga kerja lokal untuk terlibat dalam pasar global.
Eri yang juga menjabat sebagai Ketua Asosiasi Pemerintah Kota Seluruh Indonesia menilai kebutuhan tenaga kerja untuk sektor ekspor masih tinggi. Karena itu, keterlibatan generasi muda menjadi kunci dalam memenuhi permintaan tersebut.
Namun demikian, ia menegaskan prioritas tetap diberikan kepada warga dengan KTP Surabaya yang telah lama berdomisili. Kebijakan ini diambil untuk memastikan manfaat program benar-benar dirasakan oleh masyarakat lokal.
Sebelumnya, Pemkot Surabaya juga telah menyiapkan berbagai strategi untuk menekan angka pengangguran, tidak hanya melalui pembukaan lowongan kerja, tetapi juga dengan memperkuat fondasi industri.
Melalui agenda Surabaya Industrial & Labour Festival, pemerintah kota mengintegrasikan upaya peningkatan ekspor dengan penciptaan lapangan kerja dalam satu rangkaian kegiatan.
Kepala Dinas Perindustrian dan Tenaga Kerja Surabaya, Agus Hebi Djuniantoro, menjelaskan bahwa peningkatan ekspor akan berdampak langsung pada kebutuhan produksi, yang pada akhirnya membuka peluang kerja baru.
Ia menyebut, banyak produk lokal sebenarnya sudah layak ekspor, namun masih perlu penguatan pada aspek kemasan, presentasi, serta kemampuan komunikasi, termasuk bahasa Inggris.
Rangkaian utama SIL Festival akan digelar pada 7-8 April 2026, dengan agenda job fair dan forum ekspor. Wawancara kerja dijadwalkan berlangsung di Balai Pemuda pada 7 April dan dilanjutkan di Grand City pada 8 April bagi peserta yang lolos seleksi awal.
Selain itu, forum ekspor akan mempertemukan pelaku industri dengan buyer dari sejumlah negara, seperti Amerika Serikat, Brunei Darussalam, dan Pakistan yang hadir langsung, serta Oman, Hong Kong, dan Singapura secara daring.
“Yang kami kejar adalah terjadinya matching antara buyer dan pelaku industri. Jika itu tercapai, dampaknya langsung pada pembukaan lapangan kerja,” jelas Hebi.
Melalui berbagai program ini, Pemkot Surabaya berharap mampu menekan angka pengangguran sekaligus meningkatkan daya saing industri lokal, dengan memastikan warga Surabaya menjadi prioritas utama dalam setiap peluang yang tersedia.
Baca Berita Menarik Lainnya di Google News