
SURABAYA, 24 FEBRUARI 2026 – VNNMedia – Pemerintah Kota Surabaya merealisasikan pembiayaan alternatif melalui Bank Jatim sebesar Rp220,59 miliar dari total rencana Rp452 miliar pada 2025. Dana tersebut digunakan untuk mendukung lima proyek infrastruktur strategis, meski realisasi pinjaman lebih rendah dari rencana awal.
Kepala Bappeda Surabaya Irvan Wahyudrajad menjelaskan, selisih pembiayaan ditutup melalui APBD sehingga seluruh proyek tetap berjalan. Skema ini sekaligus menekan beban cicilan kredit daerah.
Adapun alokasi pembiayaan mencakup pembangunan Jalan Lingkar Luar Barat (JLLB), pembebasan lahan pelebaran Jalan Wiyung, pembangunan diversi Gunungsari, pemasangan penerangan jalan umum (PJU), serta penanganan genangan.
Hingga kini, realisasi tertinggi terdapat pada pembebasan lahan Jalan Wiyung dan pemasangan PJU, sementara proyek diversi Gunungsari dan penanganan genangan masih menunggu pencairan.
Dari sisi fisik, pembangunan JLLB telah terealisasi sekitar 380 meter, pembebasan lahan Jalan Wiyung mencakup 34 bidang tanah sepanjang 301,9 meter, dan pemasangan PJU mencapai 6.022 titik.
Proyek-proyek ini dinilai berdampak langsung pada kelancaran lalu lintas, keselamatan, efisiensi logistik, serta peningkatan konektivitas Surabaya Barat.
Irvan menambahkan, manfaat infrastruktur tidak hanya bersifat layanan publik, tetapi juga mendorong peningkatan Pendapatan Asli Daerah (PAD) melalui kenaikan NJOP, Pajak Bumi dan Bangunan (PBB), serta Pajak PJU, sekaligus memperkuat daya tarik investasi.
Untuk keberlanjutan proyek, Pemkot Surabaya menyiapkan pembiayaan alternatif lanjutan pada 2026–2027 melalui PT Sarana Multi Infrastruktur (PT SMI) senilai total Rp3,15 triliun.
Dana tersebut akan membiayai proyek lanjutan JLLB, pelebaran Jalan Wiyung, Flyover Dolog, diversi Gunungsari, PJU, Jalan Dharmahusada–MERR, hingga penanganan genangan, dengan target pelunasan cicilan hingga 2029.
Baca Berita Menarik Lainnya di Google News