
SURABAYA, 18 FEBRUARI 2026 – VNNMedia – Pemerintah Kota Surabaya memperkuat peran pemuda dalam mendorong kemandirian ekonomi kampung. Melalui program Kampung Pancasila, Pemkot mengalokasikan anggaran Rp5 juta per bulan untuk setiap RW, yang dikhususkan bagi generasi muda atau Gen Z.
Wali Kota Eri Cahyadi menegaskan, dana tersebut tidak diberikan secara cuma-cuma. Pencairan anggaran wajib berbasis proposal kegiatan yang memiliki manfaat nyata dan berkelanjutan bagi kampung.
“Kalau kegiatannya ada manfaat langsung dan bisa dirasakan, dananya langsung cair. Tapi kalau hanya seremonial tanpa dampak, tidak akan kami berikan,” tegas Eri.
Ia menjelaskan, Karang Taruna atau kelompok Gen Z di tingkat RW harus menyusun rencana kegiatan dengan visi jelas, terutama yang mendorong keterampilan, kewirausahaan, dan pengembangan ekonomi lokal. Seleksi proposal dilakukan di tingkat kecamatan untuk memastikan program tepat sasaran.
“Saya ingin Gen Z punya pandangan, rencana, dan visi. Jangan sampai diberi uang lalu habis tanpa manfaat. Ini latihan agar mereka bisa menata usaha dan menjadi wiraswasta,” ujarnya.
Program ini telah berjalan sejak Januari 2026. Bagi RW yang belum mengajukan proposal pada bulan pertama, anggaran tidak hangus dan bisa digabung pada bulan berikutnya. Artinya, RW berpeluang mengelola dana hingga Rp10 juta jika mengajukan proposal gabungan.
Eri menambahkan, kebijakan ini merupakan bagian dari strategi Pemkot Surabaya untuk menekan pengangguran terbuka dan kemiskinan.
Sejalan dengan itu, Pemkot juga menggandeng 38 pelaku industri hotel, restoran, dan kafe (Horeka) agar menyerap produk-produk kampung, mulai dari daging ayam, sayuran, hingga kebutuhan seperti sandal hotel.
Dana Rp5 juta per RW diharapkan menjadi stimulan unit usaha kampung yang mampu memasok kebutuhan Horeka. Pemkot bersama stakeholder juga akan melakukan pendampingan agar usaha pemuda dapat berjalan berkelanjutan.
“Target kami, kampung bukan hanya guyub rukun, tapi menjadi pusat inkubasi ekonomi kreatif anak muda. Dari sini, pengangguran berkurang, kemiskinan ditekan, dan pendapatan warga meningkat,” pungkas Eri.
Dengan kebijakan ini, Surabaya menegaskan komitmennya menjadikan Gen Z sebagai motor penggerak ekonomi kampung yang produktif dan mandiri.
Baca Berita Menarik Lainnya di Google News