Pemkab Pasuruan Catat Peningkatan Jumlah Kematian Ternak Babi Akibat Terserang ASF

Surabaya, 27 Februari 2025, VNNMedia –  Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan Kabupaten Pasuruan mencatat peningkatan jumlah hewan ternak babi yang mati akibat terserang African Swine Fever (ASF) atau Demam Babi Afrika di Desa Sedaeng dan Desa Wonokitri, Kecamatan Tosari. 

Kepala Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan Kabupaten Pasuruan, drh Ainur Alfiah, menjelaskan, tercatat 170 ekor ternak babi mati, yang terdiri dari 150 ekor babi dipelihara warga di Desa Sedaeng, dan 20 ekor babi di Desa Wonokitri.

“Pekan lalu kami kembali ke sana untuk menyampaikan hasil uji lab setelah pengambilan sampel darah babi, dan kami mendapat laporan dari Pemerintah Desa bahwa jumlah babi yang mati semakin banyak, apalagi di Desa Sedaeng,” katanya seperti dalam siaran tertulisnya, Kamis (27/2/2025)

Semakin banyaknya ternak babi yang mati membuat Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan Kabupaten Pasuruan meminta warga untuk melakukan langkah cepat. Di antaranya mengisolasi babi yang terinfeksi serta karantina ketat terhadap area kandang terdampak, melarang keluar masuk babi, produk babi, peralatan dan orang-orang yang tidak berkepentingan ke area kasus.

Selain itu, Alfiah juga meminta pemilik babi untuk melakukan biosecurity ketat dengan cara deinfeksi kandang secara rutin, pengelolaan limbah dan mengontrol lalu lintas ternak babi. 

Lebih lanjut Alfiah menegaskan bahwa dari hasil uji lab Balai Besar Veteriner Wates Direktorat Jendral Peternakan dan Kesehatan Hewan Kementerian Pertanian RI, seluruh babi yang mati dinyatakan positif ASF. Penyakit ini sangat berbahaya jika terkena ternak babi, karena tiba-tiba badannya panas, gak mau makan, besoknya mati. Oleh sebab itu, pengawasan terhadap babi yang masih sehat, harus betul-betul dilakukan oleh para warga Sedaeng dan Wonokitri yang memelihara babi.

Telusuri berita lain di Google News VNNMedia