
BOJONEGORO, 3 Maret 2026 – VNNMedia – Transformasi besar Pasar Kota Bojonegoro menuju pusat perbelanjaan modern resmi dimatangkan. Pemerintah Kabupaten Bojonegoro mulai mensosialisasikan desain terbaru kepada para pedagang sebagai langkah awal merealisasikan wajah baru pasar kebanggaan kota.
Sekretaris Daerah Bojonegoro, Edi Susanto, menjelaskan desain pasar kota hasil pembahasan bersama Bupati, Wakil Bupati, dan lintas OPD, dengan penyempurnaan berupa penambahan eskalator untuk memudahkan akses ke lantai atas.
“Desain baru ini mengakomodasi masukan yang ada. Jika awalnya hanya tangga biasa, kini akan disiapkan eskalator agar pasar lebih representatif dan nyaman,” jelasnya seperti dalam siaran tertulisnya Pemkab Bojonegoro, Selasa (3/3/2026)
Pasar Kota Bojonegoro dirancang menjadi pasar tradisional pertama di Indonesia yang terintegrasi dengan ikon kota seperti Alun-alun Bojonegoro dan Taman Bengawan Solo. Konsep ini menghadirkan pasar modern tanpa meninggalkan perannya sebagai pusat ekonomi rakyat.
Di lahan seluas 18.236 meter persegi, pembangunan tidak hanya difokuskan pada gedung utama, tetapi juga menghadirkan Ruang Terbuka Hijau (RTH) seluas 4.633 meter persegi. Bahkan, lantai tiga dirancang memiliki pemandangan langsung ke Sungai Bengawan Solo, sehingga memberi nilai tambah secara estetika sekaligus pengalaman berbeda bagi pengunjung.
Kepala Bidang Tata Bangunan Dinas PKP Cipta Karya Bojonegoro, Benny Kurniawan, menyebut gedung baru akan menampung 1.480 tempat berdagang: 483 kios dan los di lantai satu untuk pedagang basah, 499 unit semi-mal di lantai dua, serta 498 unit area belanja modern di lantai tiga dengan panorama sungai.
Para pedagang menyampaikan sejumlah masukan, termasuk harapan agar jumlah kios mencukupi dan setiap lantai memiliki daya tarik tersendiri, seperti konsep mal di lantai dua, demi menjaga keberlanjutan Pasar Kota di tengah persaingan toko modern dan swalayan.
Beberapa pedagang juga mengusulkan agar konstruksi bangunan diperkuat supaya tahan lama dan tidak mudah bocor. Fasilitas pendukung seperti mushola dan gerai ATM pun menjadi bagian dari aspirasi yang disampaikan.
Pemerintah Kabupaten Bojonegoro menargetkan administrasi dan perencanaan teknis rampung selama Ramadan. Jika sesuai jadwal, lelang proyek akan digelar usai Idul Fitri 2026.
Telusuri berita lain di Google News VNNMedia