Pemerintah Siapkan Inpres Selamatkan Gajah Sumatra-Borneo dan Satgas Pendanaan Taman Nasional

Menteri Kehutanan Raja Juli Antoni (BPMI Setpres)

JAKARTA, 13 MARET 2026 – VNNMedia – Presiden Prabowo Subianto menyiapkan dua kebijakan strategis untuk memperkuat konservasi satwa dan pengelolaan taman nasional di Indonesia.

Kebijakan tersebut berupa Instruksi Presiden (Inpres) penyelamatan gajah Sumatra dan Borneo serta Keputusan Presiden (Keppres) pembentukan Satuan Tugas Inovasi Pembiayaan Pengelolaan Taman Nasional.

Rencana kebijakan itu terungkap dalam pertemuan antara Presiden Prabowo dengan Menteri Kehutanan Raja Juli Antoni di Istana Merdeka, Jakarta, Kamis (12/3/2026).

Usai pertemuan, Menhut menjelaskan bahwa Inpres tersebut disiapkan untuk menyelamatkan populasi gajah yang kini menghadapi ancaman serius akibat penyusutan habitat alami. Tanpa langkah intervensi pemerintah yang kuat, kerusakan kantong-kantong habitat gajah berpotensi semakin meluas dan mengancam keberlangsungan spesies tersebut.

Menurutnya, melalui Inpres itu Presiden akan menginstruksikan sejumlah kementerian dan lembaga untuk memperkuat upaya konservasi, termasuk membangun koridor habitat yang memungkinkan gajah berpindah antarwilayah.

Koridor tersebut juga akan dibangun di dalam kawasan kantong populasi gajah guna memperluas ruang jelajah sekaligus mencegah terjadinya perkawinan sedarah yang dapat melemahkan populasi.

Salah satu contoh yang disiapkan adalah pembentukan area preservasi di kawasan Hak Guna Usaha (HGU) perkebunan sawit di Sumatra. Area ini akan difungsikan sebagai jalur penghubung antarhabitat gajah sehingga satwa tersebut tetap memiliki ruang pergerakan alami.

Dalam kesempatan yang sama, Menhut juga menyinggung komitmen pribadi Presiden Prabowo terhadap pelestarian satwa. Ia menyebutkan bahwa Presiden bahkan menyerahkan lahan miliknya seluas sekitar 90 ribu hektare untuk kepentingan konservasi.

Selain Inpres penyelamatan gajah, pemerintah juga tengah menyiapkan Keppres untuk membentuk Satgas Inovasi Pembiayaan dan Pengelolaan Taman Nasional. Satgas ini akan bertugas merancang model pendanaan baru yang berkelanjutan bagi pengelolaan taman nasional, termasuk dengan membuka peluang keterlibatan sektor swasta.

“Pemerintah berharap skema pendanaan inovatif tersebut dapat meningkatkan kualitas pengelolaan kawasan konservasi sehingga taman nasional di Indonesia mampu bersaing di tingkat global, sekaligus menjaga kelestarian hutan dan satwa liar,” jelasnya.

Sebagai langkah awal, pemerintah menyiapkan proyek percontohan pengelolaan taman nasional di Taman Nasional Way Kambas.
Di kawasan tersebut, Presiden juga menyiapkan dukungan dana untuk mengurangi konflik antara manusia dan gajah yang selama ini sering terjadi di sekitar area taman nasional.

Dana tersebut akan digunakan untuk membangun pagar atau kanal pembatas antara kawasan taman nasional dengan permukiman warga yang berada di sepanjang wilayah konservasi.

Menhut menegaskan, rangkaian kebijakan yang sedang disiapkan pemerintah menunjukkan komitmen kuat Presiden Prabowo dalam menjaga kelestarian alam serta melindungi satwa liar yang menjadi kekayaan hayati Indonesia.

Baca Berita Menarik Lainnya di Google News