Pemerintah Percepat B50 untuk Tekan Impor dan Hemat Rp48 Triliun

SEOUL, 1 APRIL 2026 – VNNMedia – Pemerintah menegaskan ketahanan energi nasional tetap terjaga meski situasi global penuh ketidakpastian. Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), Bahlil Lahadalia, menyebut cadangan BBM nasional saat ini berada di atas ambang batas minimum yang ditetapkan pemerintah.

“Seluruh cadangan energi kita, baik bensin, solar, gas, avtur, hingga LPG, dalam posisi aman dan di atas standar minimum nasional,” ujar Bahlil dalam keterangannya di Seoul, Selasa (31/3/2026).

Menurutnya, kondisi tersebut merupakan hasil dari kebijakan pemerintah di bawah arahan Presiden Prabowo Subianto yang fokus menjaga stabilitas pasokan energi nasional.

Sejalan dengan itu, Menteri Koordinator Bidang Perekonomian, Airlangga Hartarto, mengungkapkan pemerintah tengah mempercepat implementasi program biodiesel B50 yang dijadwalkan mulai berlaku pada 1 Juli 2026.

Program ini dinilai mampu mengurangi konsumsi BBM berbasis fosil hingga 4 juta kiloliter. Selain itu, kebijakan tersebut juga berpotensi memberikan efisiensi anggaran negara yang signifikan. “Penghematan dari sisi energi fosil dan subsidi biodiesel diperkirakan bisa mencapai Rp48 triliun dalam periode sekitar enam bulan hingga satu tahun,” jelas Airlangga.

Tak hanya itu, pemerintah juga optimistis implementasi B50 akan mendorong surplus pasokan solar dalam negeri, terutama setelah proyek kilang dalam program Refinery Development Master Plan (RDMP) di Kalimantan Timur mulai beroperasi.

Bahlil menambahkan, peningkatan kapasitas kilang domestik akan memperkuat posisi Indonesia dalam menjaga ketersediaan energi sekaligus mengurangi ketergantungan impor.

Di sisi distribusi, pemerintah juga menyiapkan pengaturan pembelian BBM melalui sistem barcode MyPertamina. Kebijakan ini menetapkan batas konsumsi wajar hingga 50 liter per kendaraan, namun tidak berlaku untuk kendaraan umum.

Langkah ini diharapkan dapat memastikan distribusi BBM lebih tepat sasaran serta mencegah penyalahgunaan di lapangan.

Dengan stok energi yang terjaga, kebijakan inovatif, serta percepatan transisi menuju energi terbarukan, pemerintah optimistis Indonesia mampu memperkuat ketahanan energi sekaligus bergerak menuju kemandirian energi di tengah dinamika global.

Baca Berita Menarik Lainnya di Google News