Pemerintah Naikkan Insentif Guru Honorer, Tunjangan Kini Cair Bulanan

JAKARTA, 28 FEBRUARI 2026 – VNNMedia — Pemerintah menegaskan komitmennya meningkatkan kesejahteraan guru di seluruh Indonesia melalui serangkaian kebijakan konkret.

Sekretaris Kabinet Teddy Indra Wijaya menyampaikan, perhatian terhadap guru menjadi bagian penting dari agenda nasional di bawah kepemimpinan Prabowo Subianto.

Dalam keterangannya kepada media, Jumat (27/2/2026), Teddy mengungkapkan bahwa pemerintah menaikkan insentif guru honorer menjadi Rp400 ribu. Kenaikan ini disebut sebagai yang pertama sejak insentif tersebut diberikan pada 2005.

“Dari tahun 2005 sampai 2025 ada insentif, dan baru naik di zaman Presiden Prabowo menjadi Rp400 ribu,” ujarnya di lingkungan Istana Kepresidenan Jakarta.

Selain insentif guru honorer, pemerintah juga menaikkan tunjangan guru non-ASN dari Rp1,5 juta menjadi Rp2 juta. Kebijakan ini dinilai sebagai langkah sistematis untuk memperkuat perlindungan dan penghargaan terhadap profesi guru, meski secara kewenangan guru honorer berada di bawah pemerintah daerah.

Tak hanya soal nominal, pemerintah juga membenahi mekanisme penyaluran tunjangan. Jika sebelumnya dana disalurkan melalui pemerintah daerah dan diterima guru setiap tiga bulan, kini tunjangan ditransfer langsung ke rekening guru setiap bulan.

“Tahun lalu Presiden menginstruksikan agar tunjangan diberikan langsung setiap bulan kepada guru, dan kebijakan ini sudah berjalan,” kata Teddy. Penyaluran tersebut dikoordinasikan melalui Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah.

Lebih lanjut, Teddy menegaskan bahwa seluruh program pendidikan nasional tetap berjalan, bahkan diperkuat. Fokus kebijakan diarahkan lebih tajam pada peningkatan kualitas siswa, sekolah, dan kesejahteraan guru.

“Tidak ada program pendidikan yang dikurangi. Semuanya berjalan, dilanjutkan, bahkan ditambah, dengan fokus yang lebih detail pada siswa, sekolah, dan guru,” pungkasnya.

Baca Berita Menarik Lainnya di Google News