
Seoul, Senin 06 April 2026-VNNMedia- Menteri Perindustrian Korea Selatan, Kim Jung-kwan, menegaskan bahwa penutupan seluruh industri nasional tidak mungkin terjadi meskipun dalam skenario terburuk krisis Timur Tengah
Dalam sesi interpelasi parlemen di Majelis Nasional pada hari Senin, pemerintah memastikan bahwa cadangan minyak mentah dan gas alam cair (LNG) saat ini berada pada tingkat yang cukup untuk menjaga operasional pabrik-pabrik manufaktur tetap berjalan
Pernyataan tersebut merupakan respons terhadap kekhawatiran Anggota Parlemen Lee Un-ju dari Partai Demokrat Korea mengenai potensi lumpuhnya industri akibat kelangkaan bahan baku penting. Kim menyatakan keyakinannya bahwa situasi ekstrem seperti itu tidak akan terjadi karena pemerintah terus memantau pasokan energi setiap hari dan aktif mencari jalur impor alternatif
Kementerian Perindustrian mengungkapkan telah mengamankan 50 juta barel minyak mentah alternatif khusus untuk bulan April. Selain itu, pasokan gas alam dipastikan cukup hingga akhir tahun, dengan rencana tambahan untuk mengurangi ketergantungan pada gas dalam sektor pembangkitan listrik sebagai langkah antisipasi jangka panjang.
Langkah pengamanan energi ini berjalan beriringan dengan rencana pengesahan rancangan undang-undang anggaran tambahan senilai 26 triliun won atau sekitar US$17,3 miliar pada akhir pekan ini. Anggaran jumbo tersebut dialokasikan untuk menopang ekonomi dari dampak konflik berkepanjangan di Timur Tengah
Wakil Perdana Menteri dan Menteri Keuangan Koo Yun-cheol menjelaskan bahwa perencanaan anggaran ini didasarkan pada asumsi bahwa konflik tersebut mungkin akan berlangsung selama tiga bulan ke depan.
Di sisi lain, rencana anggaran ini sempat mendapat kritik dari pihak oposisi, Partai Kekuatan Rakyat, yang berspekulasi bahwa anggaran tersebut berkaitan dengan kepentingan pemilihan lokal bulan Juni dan menguntungkan perusahaan asing
Menanggapi hal itu, Menteri Anggaran Park Hong-keun menegaskan bahwa pemerintah akan berkomitmen untuk membendung penyebaran berita palsu terkait rencana anggaran tambahan tersebut demi menjaga stabilitas nasional
sumber: The Korea Herald
Baca Berita Menarik Lainnya di Google News