
JAKARTA, 13 APRIl 2026 – VNNMedia – Pemerintah Indonesia terus mendorong optimalisasi pemanfaatan Local Currency Transaction (LCT) sebagai strategi memperkuat kerja sama keuangan multilateral sekaligus mengurangi ketergantungan pada dolar AS dalam transaksi perdagangan internasional.
Deputi Bidang Koordinasi Pengelolaan dan Pengembangan Usaha BUMN Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian Ferry Irawan mengatakan, pengembangan LCT menjadi langkah konkret untuk meningkatkan efisiensi transaksi bilateral, memperdalam pasar keuangan, serta memperkuat ketahanan ekonomi nasional.
“Bank Indonesia dan Pemerintah Indonesia telah bersama-sama memajukan kerangka LCT untuk mendiversifikasi pembayaran bilateral, meningkatkan efisiensi pasar, memperdalam pasar keuangan, dan mengurangi volatilitas nilai tukar,” ujar Ferry Irawan saat mewakili Menko Perekonomian Airlangga Hartarto dalam agenda Bank of China Multilateral Business Dialogue di Jakarta, Jumat (10/4/2026).
Indonesia dinilai memiliki potensi besar dalam memperluas transaksi mata uang lokal karena mayoritas mitra dagang utamanya berasal dari negara dengan ekonomi non-dolar.
Hal ini tercermin dari surplus perdagangan Indonesia yang konsisten mencapai sekitar USD1,27 miliar pada Februari 2026, didorong ekspor nonmigas seperti batu bara, minyak sawit, besi, dan baja.
Sepanjang Januari-Februari 2026, nilai transaksi LCT tercatat melonjak menjadi sekitar USD8,45 miliar, naik signifikan dibanding periode yang sama tahun lalu sebesar USD3,21 miliar. Jumlah pengguna LCT juga meningkat menjadi 14.621 pengguna pada Februari 2026, dengan rata-rata bulanan mencapai 16.030 pengguna.
Saat ini, implementasi LCT Indonesia telah berjalan dengan enam negara mitra utama, yakni Malaysia, Thailand, Jepang, Tiongkok, Korea Selatan, dan Uni Emirat Arab. Pemanfaatannya juga telah meluas ke berbagai sektor strategis, termasuk manufaktur, energi, transportasi, perdagangan, dan jasa.
Dalam praktiknya, LCT memungkinkan transaksi lintas negara dilakukan langsung menggunakan mata uang lokal tanpa melalui dolar AS, sehingga dapat menekan biaya transaksi dan mengurangi risiko fluktuasi kurs global.
Untuk mempercepat adopsi, pemerintah juga membentuk Gugus Tugas LCT Nasional yang melibatkan 10 kementerian dan lembaga. Tim ini bertugas memperkuat koordinasi kebijakan serta mempercepat penerapan transaksi mata uang lokal, terutama pada
kegiatan ekspor-impor.
Pemerintah berharap penguatan LCT dapat menciptakan ekosistem perdagangan internasional yang lebih efisien, tangguh, dan berkelanjutan, sekaligus memperkuat posisi rupiah dalam transaksi global.
Baca Berita Menarik Lainnya di Google News