
JAKARTA, 7 Agustus 2025 — VNNMedia – Pemerintah berhasil menghemat anggaran sekitar Rp8 triliun per tahun melalui pengetatan pemberian tantiem dan bonus bagi jajaran Komisaris dan Direksi BUMN. Langkah efisiensi ini disampaikan langsung oleh Menteri Investasi dan Hilirisasi/Kepala BKPM Rosan Perkasa Roeslani, kepada Presiden Prabowo Subianto di Istana Kepresidenan, Rabu (6/8/2025).
“Kajiannya lengkap, dan penghematannya secara konservatif mencapai Rp8 triliun setiap tahun,” kata Rosan dalam keterangannya usai pertemuan.
Penghematan dilakukan melalui surat edaran yang membatasi pemberian insentif berbasis kinerja kepada manajemen BUMN. Kebijakan ini dinilai sebagai bagian dari upaya pemerintah menata ulang efisiensi belanja negara.
Selain penghematan anggaran, Rosan juga melaporkan perkembangan deregulasi di sektor perizinan. Pemerintah telah menerbitkan Peraturan Pemerintah (PP) baru yang mempercepat proses perizinan dengan sistem otomatisasi bila batas waktu tidak dipenuhi.
“Kalau batas waktu sudah lewat dan tidak ada tanggapan dari kementerian terkait, maka izin akan langsung kami keluarkan,” jelas Rosan.
Presiden Prabowo juga meminta agar semua kementerian/lembaga segera menyesuaikan sistemnya agar terintegrasi penuh dengan sistem perizinan yang dikelola Kementerian Investasi dan Hilirisasi.
Baca Berita Menarik Lainnya di Google News