Pelayanan Publik Surabaya Langsung 100 Persen Pasca Libur Lebaran 2026

SURABAYA, 27 MARET 2026 – VNNMedia – Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya memastikan seluruh layanan publik langsung beroperasi penuh pada hari pertama masuk kerja usai libur panjang Hari Raya Nyepi dan Idulfitri 2026. Langkah ini diambil untuk menjamin kebutuhan masyarakat tetap terpenuhi tanpa hambatan.

Wali Kota Surabaya, Eri Cahyadi, menegaskan bahwa meskipun sebagian aparatur sipil negara (ASN) masih menjalani kebijakan work from home (WFH), kualitas pelayanan publik tidak boleh menurun.
“Seluruh layanan pada hari pertama masuk kerja sudah 100 persen. Pelayanan publik tidak boleh berhenti,” tegas Eri di Balai Kota Surabaya, Rabu (25/3/2026).

Ia menjelaskan, penerapan sistem kerja fleksibel bukan hal baru di lingkungan Pemkot Surabaya. Pengalaman bekerja dari Balai RW maupun secara daring dinilai telah membentuk kesiapan SDM dan infrastruktur yang memadai.

Karena itu, sejumlah instansi vital seperti puskesmas, kantor kelurahan, kantor kecamatan, hingga Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Dispendukcapil) dipastikan tetap memberikan layanan tatap muka kepada masyarakat.

Selain layanan langsung, seluruh kanal pelayanan digital Pemkot Surabaya juga telah kembali beroperasi normal. Warga dapat mengakses berbagai layanan administrasi secara mandiri melalui platform online resmi pemerintah kota.

“Pelayanan publik hari ini sudah operasional penuh, termasuk sistem online,” ujar Eri.

Seiring dimulainya kembali aktivitas perkantoran, ia mengimbau masyarakat untuk tidak ragu memanfaatkan layanan yang tersedia, baik dengan datang langsung ke kantor pelayanan maupun melalui aplikasi digital.

Sebelumnya, Pemkot Surabaya juga telah menerapkan sistem piket bagi perangkat daerah selama masa libur Lebaran. Kebijakan ini dilakukan untuk memastikan roda pemerintahan tetap berjalan dan kondisi keamanan kota tetap terjaga.

Eri menambahkan, seluruh kepala perangkat daerah dijadwalkan bergiliran piket sebelum dan setelah Lebaran sebagai bagian dari upaya menjaga stabilitas pelayanan publik.

“Seperti biasa, ada giliran piket sebelum dan sesudah Lebaran. Ini agar pemerintahan tetap berjalan baik dan keamanan tetap terjaga,” pungkasnya.

Baca Berita Menarik Lainnya di Google News