
Surabaya, 16 Maret 2026, VNNMedia – Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) Kota Surabaya mengeluarkan imbauan khusus terkait pelaksanaan ibadah Ramadan yang berdekatan dengan perayaan Hari Raya Nyepi tahun ini. Masjid dan mushala yang berdekatan dengan Pura diminta untuk tidak menggunakan pengeras suara (speaker) luar saat berkegiatan.
Ketua PCNU Surabaya, KH Masduki Toha, menyatakan bahwa pihaknya segera menerbitkan surat edaran resmi yang ditujukan kepada Pengurus Majelis Wakil Cabang (MWC) di seluruh Surabaya. Langkah ini diambil guna menghormati umat Hindu yang sedang melaksanakan ritual keagamaan.
“Kami membuat surat edaran kepada pengurus MWC yang memiliki mushala atau masjid dekat dengan Pura untuk tetap melaksanakan kegiatan Ramadan, tetapi tidak menggunakan speaker luar,” ujar Kiai Masduki saat acara buka puasa bersama, Sabtu (14/03/2026) di Kantor PCNU, Bubutan, Surabaya.
Ia menegaskan, penggunaan speaker luar hanya diperbolehkan untuk azan dan ikamah saja. Sementara itu, kegiatan lain seperti tadarus Al-Qur’an tetap berjalan sebagaimana mestinya dengan menggunakan speaker dalam.
Menurut data PCNU, terdapat setidaknya 12 titik MWC di Surabaya yang menjadi perhatian khusus karena lokasinya yang berdekatan dengan tempat ibadah umat Hindu.
“Besok kita tindak lanjuti dengan surat agar pengurus MWC berpartisipasi menjaga kenyamanan saudara kita yang sedang melaksanakan ritual agamanya,” tambahnya.
Terkait potensi perbedaan penetapan 1 Syawal atau Idulfitri, Kiai Masduki menilai hal tersebut sebagai dinamika yang lumrah dalam kehidupan beragama di Indonesia. Ia menekankan pentingnya menjaga toleransi dan memperkuat tali silaturahmi antarumat beragama.
“Pesan untuk lebaran tahun ini, yang penting kita kuatkan silaturahmi dan persaudaraan. Jika hubungan antarumat sudah bagus, maka bangsa ini akan menjadi lebih baik,” pungkasnya.
Baca Berita Menarik Lainnya di Google News