
New York, Selasa 19 Agustus 2025-VNNMedia- Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) pada Selasa (19/8) mengumumkan bahwa 383 pekerja kemanusiaan tewas pada tahun 2024, angka tertinggi yang pernah tercatat
PBB menyebut kurangnya akuntabilitas ini sebagai “tuduhan memalukan” atas apatisme internasional. Angka kematian ini meningkat 31 persen dibandingkan tahun sebelumnya, dengan konflik di Gaza dan Sudan menjadi pendorong utama
Menurut PBB, sebanyak 181 pekerja kemanusiaan tewas di Gaza dan 60 lainnya di Sudan. Mayoritas korban adalah staf lokal yang diserang saat bertugas atau di rumah mereka sendiri. Selain yang tewas, 308 pekerja bantuan terluka, 125 diculik, dan 45 lainnya ditahan sepanjang tahun. Pelaku paling umum dari pembunuhan ini adalah aktor negara.
“Bahkan satu serangan terhadap rekan kemanusiaan adalah serangan terhadap kita semua dan terhadap orang-orang yang kita layani,” ujar kepala bantuan PBB, Tom Fletcher, pada Hari Kemanusiaan Sedunia. Ia mendesak para pihak yang berkuasa dan berpengaruh untuk melindungi warga sipil dan pekerja bantuan, serta meminta pertanggungjawaban para pelaku
PBB menegaskan bahwa serangan terhadap pekerja bantuan dan operasi kemanusiaan merupakan pelanggaran hukum humaniter internasional. Kekerasan ini merusak jalur kehidupan jutaan orang yang terjebak di zona perang dan bencana, yang sangat bergantung pada bantuan kemanusiaan.
Sementara itu, Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) juga memverifikasi lebih dari 800 serangan terhadap fasilitas kesehatan di 16 wilayah sepanjang tahun ini, yang mengakibatkan lebih dari 1.110 pekerja kesehatan dan pasien tewas. Serangan-serangan ini merampas layanan penyelamat nyawa dari seluruh komunitas
Hari Kemanusiaan Sedunia diperingati untuk mengenang pemboman markas PBB di Baghdad pada tahun 2003, di mana kepala hak asasi PBB, Sergio Vieira de Mello, dan 21 pekerja kemanusiaan lainnya tewas
sumber: Channel News Asia
Baca Berita Menarik Lainnya Di Google News