
JAKARTA, 3 JANUARI 2026 – VNNMedia – Pasar modal Indonesia menutup tahun 2025 dengan kinerja kuat di tengah tekanan global. Bursa Efek Indonesia (BEI) mencatat lonjakan jumlah investor, penguatan signifikan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG), serta peningkatan aktivitas transaksi yang menjadi modal optimisme memasuki 2026.
Direktur Utama BEI Iman Rachman menyebut 2025 sebagai tahun pembuktian ketahanan pasar modal nasional. Meski dihadapkan pada tekanan domestik dan global, pasar modal mampu menjaga stabilitas dan mencatatkan kinerja yang solid.
Sepanjang 2025, total investor pasar modal melonjak 36,67% menjadi 20,3 juta investor. Jumlah investor saham naik lebih dari 2,2 juta menjadi 8,59 juta investor, dengan rata-rata investor aktif bertransaksi mencapai 901 ribu per bulan. Investor ritel masih mendominasi transaksi dengan porsi 49,9%, disusul investor institusi asing sebesar 36,3%.
Dari sisi pasar, IHSG ditutup menguat 22,10% year-to-date ke level 8.644,26. Rata-rata nilai transaksi harian mencapai Rp18,06 triliun, disertai 24 kali rekor tertinggi sepanjang masa dan kapitalisasi pasar yang menembus Rp16.000 triliun.
Di sisi penawaran efek, BEI mencatat 26 IPO saham dengan total dana terhimpun Rp18,1 triliun, serta ratusan pencatatan instrumen lain seperti obligasi, ETF, EBA, dan waran terstruktur. Secara global, jumlah IPO BEI menempati peringkat ke-11 dunia.
Memasuki 2026, BEI menargetkan penambahan 2 juta investor baru, rata-rata nilai transaksi harian Rp15 triliun, serta 555 pencatatan efek baru. Capaian ini diharapkan memperkuat peran pasar modal sebagai salah satu pilar utama pertumbuhan ekonomi Indonesia.
Baca Berita Menarik Lainnya di Google News