
Canberra, Senin 22 September 2025-VNNMedia- Raksasa telekomunikasi Australia, Optus, kini berada di bawah tekanan besar setelah pemadaman jaringan besar-besaran yang terjadi pekan lalu diduga menyebabkan beberapa kematian
Pemerintah Australia telah berjanji akan memberikan “konsekuensi yang signifikan” atas kegagalan sistem yang melumpuhkan layanan darurat selama 13 jam, membuat ratusan ribu warga tidak dapat menghubungi bantuan
Insiden ini, yang merupakan pemadaman besar kedua dalam dua tahun terakhir bagi Optus, menyebabkan sedikitnya empat orang meninggal dunia setelah panggilan mereka ke layanan darurat (triple-0) tidak tersambung
Di antara korban yang dikonfirmasi oleh Optus adalah seorang bayi laki-laki, meskipun polisi New South Wales menyatakan kecil kemungkinan kegagalan jaringan menjadi penyebab utama kematiannya. Sementara itu, otoritas di Australia Barat juga meyakini satu orang meninggal akibat insiden tersebut
Respons Lambat dan Kritik Keras
Respons Optus terhadap insiden ini menuai kecaman luas. Perusahaan menunggu 40 jam untuk memberi tahu publik tentang pemadaman tersebut, dan baru memberitahu regulator setelah masalah teratasi, sebuah pelanggaran terhadap praktik standar. Otoritas Komunikasi dan Media Australia (ACMA) “sangat prihatin” dengan penanganan insiden tersebut dan telah meluncurkan penyelidikan
CEO Optus, Stephen Rue, menyalahkan pemadaman pada “kesalahan teknis” selama pembaruan jaringan dan mengakui bahwa perusahaan butuh waktu 13 jam untuk menyadari skala penuh masalah tersebut.
Dalam pernyataan publik, Rue menyampaikan belasungkawa mendalam atas hilangnya nyawa. “Saya ingin menegaskan kembali betapa saya turut berduka cita atas hilangnya nyawa empat orang yang tidak dapat menghubungi layanan darurat saat mereka membutuhkan,” katanya, seraya berjanji akan mengambil tindakan untuk mencegah kejadian serupa di masa depan
Pemerintah Bertindak Tegas
Menteri Komunikasi, Anika Wells, menyatakan bahwa Optus “tidak memiliki alasan” atas kegagalannya dan menegaskan bahwa pemerintah tidak akan mentolerir insiden serupa. Wells, yang juga telah berbicara dengan CEO Optus, mengatakan perusahaan “telah melanjutkan kegagalan besar terhadap rakyat Australia.”
Ini bukan kali pertama Optus menghadapi sanksi. Pada pemadaman tahun 2023, regulator menemukan Optus gagal menyediakan akses layanan panggilan darurat bagi lebih dari 2 ribu orang dan didenda lebih dari A$12 juta
Dengan penyelidikan yang masih berlangsung, Perdana Menteri telah menyarankan agar Rue mempertimbangkan untuk mengundurkan diri, mencerminkan besarnya kemarahan publik dan pemerintah terhadap kegagalan perusahaan yang berulang ini
sumber: BBC
Baca Berita Menarik Lainnya Di Google News