
Beijing, Jumat 01 Agustus 2025-VNNMedia- Raksasa teknologi Nvidia membantah keras tuduhan yang menyebut chip buatannya memiliki “pintu belakang” untuk akses jarak jauh. Bantahan ini datang setelah pihak berwenang China memanggil perwakilan perusahaan untuk membahas “masalah keamanan serius”
Dalam sebuah pernyataan pada Kamis kemarin, Nvidia, yang baru-baru ini menjadi perusahaan pertama dengan nilai pasar US$4 triliun, menegaskan, “Keamanan siber sangat penting bagi kami. Nvidia tidak memiliki ‘pintu belakang’ dalam chip kami yang memungkinkan siapa pun mengakses atau mengendalikannya dari jarak jauh.”
Isu ini berpusat pada chip H20, versi chip AI Nvidia yang dirancang khusus untuk diekspor ke China setelah Washington memberlakukan pembatasan ekspor. Meskipun Nvidia telah mengumumkan akan melanjutkan penjualan H20 setelah Washington berjanji untuk menghapus pembatasan lisensi, perusahaan ini masih menghadapi hambatan
Badan Siber China, memanggil perwakilan Nvidia pada hari Kamis untuk membahas “masalah keamanan serius” yang baru ditemukan terkait chip H20. Badan tersebut meminta Nvidia untuk “menjelaskan risiko keamanan dari kerentanan dan pintu belakang pada chip H20 yang dijual ke China”
Di sisi lain, China sedang berupaya mengurangi ketergantungan pada teknologi asing dengan mempromosikan chip buatan dalam negeri, 910C dari Huawei, sebagai alternatif H20. Menurut Jost Wubbeke dari Sinolytics, keputusan AS mengizinkan ekspor ulang H20 dapat menjadi bumerang, berpotensi melemahkan momentum pengembangan chip lokal di China
Meskipun menghadapi tantangan dari ketegangan dagang, ekonomi China yang melambat, dan potensi hambatan perdagangan di bawah pemerintahan AS mendatang, CEO Nvidia Jensen Huang menegaskan komitmen perusahaannya terhadap pasar lokal. Dalam kunjungannya ke Beijing bulan ini, Huang menyatakan bahwa china “terbuka dan stabil,” meyakinkan bahwa Nvidia akan terus melayani para pelanggannya di sana, seperti dilansir dari Channel News Asia
Baca Berita Menarik Lainnya Di Google News