Netanyahu Kena Radang Usus, Sidang Kasus Korupsi Ditunda

Tel Aviv, Senin 21 Juli 2025-VNNMedia- Pengadilan Distrik Yerusalem terpaksa membatalkan persidangan dengan agenda kesaksian Perdana Menteri Benjamin Netanyahu yang seharusnya berlangsung hari ini dan besok

Hal ini disebabkan kondisi kesehatan Netanyahu yang mengalami keracunan makanan, seperti yang disampaikan oleh Kantor Perdana Menteri pada hari Minggu kemarin. Dalam keterangannya, kantor menyebut bahwa Netanyahu mulai merasakan sakit pada malam sebelumnya

Ia kemudian diperiksa di kediamannya oleh dr. Alon Hershiko, Direktur Departemen Penyakit dalam rumah sakit Hadassah Ein Kerem, Yerusalem

“Hasil pemeriksaan menunjukkan perdana menteri mengalami radang usus setelah mengkonsumsi makanan basi,” ujar kantor dalam sebuah pernyataan sembari menambahkan bahwa kondisi sang PM telah stabil meski telah mengalami dehidrasi

Akibat dehidrasi parah itu, tim medis meminta Netanyahu beristirahat di rumah setidaknya selama tiga hari. Hal tersebut berimbas pada ketidakhadirannya pada rapat kabinet mingguan pada Minggu pagi serta penundaan sidang korupsi

“Sesuai saran dokter, Perdana Menteri akan beristirahat di rumah selama tiga hari ke depan dan tetap menjalankan tugas kenegaraan dari sana,” jelas pernyataan tersebut

Persidangan akan kembali digelar pada bulan September, usai masa reses pengadilan yang berlangsung hingga 5 September

Penundaan sidang kasus korupsi yang menghadirkan Netanyahu sebagai saksi, telah beberapa kali mengalami penundaan karena masalah kesehatan, sejak Desember 2024, dimana ia pada bulan tersebut harus menjalani operasi pengangkatan prostat

Sebelumnya pada bulan Maret di tahun yang sama, ia harus menjalani operasi hernia yang membuatnya harus absen dari segala aktivitas selama beberapa hari

Sebagai informasi, Benjamin Netanyahu terlibat dalam serangkaian kasus korupsi yang telah menjadi fokus perhatian di Israel dan dunia internasional. Ia didakwa secara resmi pada tahun 2019 atas tuduhan penyuapan, penipuan, dan pelanggaran kepercayaan dalam tiga kasus terpisah, yang dikenal sebagai Kasus 1000, Kasus 2000, dan Kasus 4000

Persidangan terhadapnya dimulai pada Mei 2020 dan telah beberapa kali mengalami penundaan karena alasan politik atau situasi keamanan di Israel (seperti perang di Gaza dan Lebanon). Netanyahu membantah semua tuduhan dan mengklaim bahwa ini adalah “perburuan penyihir” dari lawan-lawan politiknya, dengan tujuan untuk menjatuhkannya dari kekuasaan

sumber: Kompas/BBC

Baca Berita Menarik Lainnya Di Google News