National Hospital Luncurkan Tes Genetik Terpadu Pertama di Indonesia

SURABAYA, 8 SEPTEMBER 2025 – VNNMedia — National Hospital Surabaya resmi memperkenalkan tes genetik terpadu pertama di Indonesia melalui program The First Integrated Genetic Test in Indonesia. Layanan inovatif ini menjadi tonggak penting bagi dunia medis Tanah Air karena mendukung penerapan kedokteran presisi untuk memberikan terapi yang lebih personal dan tepat sasaran.

Peluncuran tes genetik ini disertai dengan forum kesehatan bertema “Kenali Tubuh, Pilih Obat Paling Cocok Lewat DNA” yang digelar Senin (8/9/2025).

CEO National Hospital, Ang Hoey Tiong, menegaskan bahwa layanan ini menghadirkan pendekatan baru dalam dunia medis.

“Setiap tubuh memiliki respons berbeda terhadap obat. Dengan teknologi genetika, pasien bisa mendapatkan terapi yang lebih tepat sekaligus meminimalkan risiko efek samping,” ujarnya.

Melalui peluncuran ini, National Hospital menegaskan komitmennya sebagai pelopor layanan kesehatan berbasis teknologi mutakhir di Indonesia. Inovasi ini diharapkan dapat meningkatkan kualitas hidup masyarakat dengan menghadirkan pengobatan yang lebih personal, efektif, dan tepat sasaran.

“Dengan tes genetik, kita melangkah menuju era baru pengobatan presisi. Setiap pasien berhak mendapatkan terapi yang sesuai dengan kondisi tubuhnya,” tutup Ang Hoey Tiong.

Menurut Kementerian Kesehatan, farmakogenomik menjadi salah satu kunci utama dalam penerapan pengobatan presisi. Bidang ini mempelajari bagaimana DNA memengaruhi respons tubuh terhadap obat. Dengan analisis tersebut, dokter dapat menentukan obat yang paling sesuai bagi tiap individu, sehingga pengobatan menjadi lebih efektif dan aman.

Medical & Nursing General Manager National Hospital, dr. Jordan Bakhriansyah, menjelaskan bahwa tes genetik mampu memberikan analisis mendalam hingga ke tingkat DNA.

“Genomik testing melihat lebih dalam hingga urutan asam basa dan proses pembentukan protein. Dari hasil tes, kita dapat memprediksi risiko penyakit, mengevaluasi efektivitas terapi, dan menentukan pengobatan paling tepat,” katanya.

Tes genetik ini dapat membantu mendeteksi potensi kelainan genetik penyebab penyakit serius, termasuk kardiomiopati, gangguan irama jantung, dan hiper-kolesterolemia. Selain itu, hasilnya juga dapat digunakan untuk menentukan obat yang paling efektif, misalnya pada pasien jantung yang tidak merespons obat pengencer darah tertentu.

Direktur National Hospital, dr. Hendra Hendri, SpOG, menambahkan bahwa manfaat tes DNA tidak hanya sebatas terapi penyakit kronis, tetapi juga bisa mendukung pola hidup sehat.

“Hasil tes bisa digunakan untuk menentukan pola makan, toleransi terhadap kopi, hingga gaya belajar anak. Bahkan, risiko penyakit keturunan seperti kanker dapat diprediksi lebih dini sehingga pencegahan bisa dilakukan lebih optimal,” jelasnya.

Dengan proses analisis yang hanya memerlukan waktu dua minggu, pasien akan mendapatkan informasi genetik yang berlaku seumur hidup dan dapat digunakan dalam berbagai layanan medis.

CEO sekaligus Founder Nala Genetic, Levana Sani, menjelaskan bahwa kesadaran masyarakat terhadap manfaat tes genetik di Indonesia terus meningkat meskipun masih dalam tahap adopsi awal.

“Teknologinya sudah sangat maju dengan akurasi lebih dari 99 persen. Namun, faktor genetik hanyalah salah satu aspek. Lingkungan dan gaya hidup tetap memiliki pengaruh besar terhadap kondisi kesehatan,” tegasnya.

Levana juga menyoroti pentingnya edukasi berkelanjutan untuk meningkatkan pemahaman masyarakat, dokter, dan pemerintah mengenai manfaat tes genetik bagi kesehatan.

Baca Berita Menarik Lainnya di Google News