
Naypyidaw, Senin 26 Januari 2026-VNNMedia- Myanmar akhirnya menuntaskan proses pemungutan suara tahap terakhir, yang dilakukan di 63 kota, pada hari Minggu (25/1)
Presiden sementara Myanmar, Jenderal Min Aung Hlaing yang meninjau tempat pemungutan suara di Mandalay, mengatakan bahwa dirinya tidak begitu peduli dengan kritik dan penolakan dunia internasional atas pemilu di negaranya
“Bukan urusan saya kalau komunitas internasional menolak mengakui (hasil pemilu) ini,” tegasnya
Mengutip Times Live (26/1), Partai Union Solidarity and Development Party (USDP) telah memenangkan 193 dari 209 kursi di majelis rendah dan 52 dari 78 kursi di majelis tinggi setelah dua putaran pemilu yang digelar pada 28 Desember dan 11 Januari
Tingkat partisipan dilaporkan mencapai sekitar 55% per putaran, jauh lebih rendah dibanding tahun 2020 dan 2015 yang menembus sekitar 70%. Diketahui putaran pertama berlangsung di 102 kota pada 28 Desember 2025, sedangkan tahap kedua digelar di 100 kota pada 11 Januari lalu
Walaupun pihak junta mengeklaim pemilu berjalan sukses di tengah rendahnya angka partisipasi, sejumlah penduduk di kota-kota besar mengungkapkan kepada Reuters bahwa suasana pemungutan suara dibayangi oleh rasa takut
Banyak warga merasa tidak memiliki pilihan selain memberikan suara demi menghindari ancaman penangkapan atau tindakan balasan dari pihak otoritas.
Pemilu Myanmar 2026 adalah untuk menentukan anggota legislatif untuk majelis rendah dan majelis tinggi, serta badan legislatif daerah
Usai dilantik, para anggota majelis akan memilih presiden Myanmar yang nantonya akan membentuk pemerintahan baru
Baca Berita Menarik Lainnya Di Google News