Mudik Lebaran 2026: Dinkes Jatim Siapkan 217 Pos Kesehatan dan 447 RS Siaga 24 Jam

SURABAYA, 16 MARET 2026 – VNNMedia – Pemerintah Provinsi Jawa Timur memastikan kesiapan layanan kesehatan untuk menghadapi lonjakan mobilitas masyarakat selama arus mudik dan arus balik Idulfitri 1447 H/2026.

Langkah ini dilakukan untuk menjamin keselamatan dan kesehatan pemudik yang melintasi berbagai jalur transportasi di wilayah Jawa Timur.

Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Jawa Timur, Erwin Astha Triyono, mengatakan pihaknya telah menyiapkan 217 pos kesehatan yang tersebar di titik-titik strategis jalur mudik.

Pos kesehatan tersebut ditempatkan di area dengan tingkat mobilitas tinggi seperti terminal, stasiun, pelabuhan, rest area, tempat ibadah, hingga kawasan wisata di seluruh Jawa Timur.

“Pos kesehatan ini disiapkan untuk memberikan pelayanan medis secara cepat kepada masyarakat yang melakukan perjalanan mudik. Jika pemudik mengalami gangguan kesehatan di perjalanan, mereka bisa segera mendapatkan penanganan,” ujar Erwin Astha Triyono.

Selain pos kesehatan, sebanyak 447 rumah sakit di Jawa Timur juga disiagakan dengan layanan Instalasi Gawat Darurat (IGD) yang beroperasi selama 24 jam sepanjang masa mudik dan arus balik Lebaran.

Untuk mendukung layanan tersebut, Dinas Kesehatan juga menyiagakan ribuan tenaga kesehatan melalui sistem piket. Total personel yang disiapkan terdiri dari 343 dokter, 5.172 perawat, 44 tenaga kesehatan tradisional, serta 2.852 pengemudi ambulans.

Menurut Erwin Astha Triyono, kesiapsiagaan ini merupakan bagian dari upaya pemerintah daerah untuk memastikan masyarakat dapat melakukan perjalanan mudik dengan aman dan sehat.

Pemerintah provinsi juga memperkuat koordinasi lintas sektor, termasuk dengan BPJS Kesehatan, Dinas Perhubungan, serta aparat keamanan guna memastikan pelayanan kesehatan bagi pemudik berjalan optimal.

Selain itu, layanan kegawatdaruratan diperkuat melalui Public Safety Center 119 (PSC 119) yang telah tersedia di 38 kabupaten dan kota di Jawa Timur. Layanan ini memungkinkan masyarakat mendapatkan bantuan medis secara cepat jika terjadi kondisi darurat selama perjalanan.

Untuk memudahkan akses informasi, Dinas Kesehatan juga menyiapkan nomor kontak atau call center layanan kesehatan di masing-masing dinas kesehatan kabupaten dan kota.

Erwin Astha Triyono juga mengingatkan para tenaga kesehatan yang bertugas di pos layanan mudik agar selalu siaga dan memberikan pelayanan yang ramah kepada masyarakat. Ia menekankan pentingnya koordinasi antarinstansi agar setiap kondisi darurat dapat ditangani secara cepat dan tepat.

“Petugas kesehatan harus selalu sigap dan memberikan pelayanan yang baik kepada masyarakat. Koordinasi antarinstansi juga perlu terus dijaga agar setiap kejadian dapat ditangani dengan cepat,” ujarnya.

Di sisi lain, masyarakat yang akan melakukan perjalanan mudik juga diimbau untuk menjaga kondisi kesehatan selama perjalanan. Beberapa langkah yang dianjurkan antara lain beristirahat cukup, melakukan peregangan setiap empat jam perjalanan, mengonsumsi makanan bergizi seimbang, mencukupi kebutuhan cairan tubuh, serta membawa obat pribadi bagi yang memiliki riwayat penyakit tertentu.

Dengan berbagai langkah kesiapsiagaan tersebut, Pemerintah Provinsi Jawa Timur berharap perjalanan mudik masyarakat pada Lebaran 2026 dapat berlangsung aman, sehat, dan nyaman sehingga momen Idulfitri dapat dirayakan bersama keluarga tanpa kendala kesehatan.

Baca Berita Menarik Lainnya di Google News